UMKM Makrame Unik Raup Cuan dari Kerajinan Estetik Kreatif

  • 13 Feb 2026 15:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI. CO. ID, Yogyakarta - UMKM makrame (teknik kerajinan tangan yang menggunakan simpul-simpul tali atau benang untuk membentuk pola dan karya dekoratif tanpa alat tenun atau rajut) kini semakin menunjukkan eksistensinya di tengah tren produk handmade yang bisa mendatangkan keuntungan. Mengusung konsep estetik dan kreatif, pelaku usaha ini berhasil memproduksi berbagai kerajinan seperti hiasan dinding, gantungan pot gantungan kunci, strap hp, tas, alas cangkir, hingga aksesori dekoratif berbahan dasar tali katun.

Keunikan desain dan detail simpul yang rapi menjadi daya tarik utama yang membuat produk makrame diminati berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga pecinta dekorasi rumah. Margaretha Dyah Setyawati pemilik usaha makrame D'Craft juga mencoba peuntungannya melalui usaha kerajinan tangan ini.

"Saya kasih nama D'Craft karena D itu diambil dari Dyah, nama saya dan saya itu menyukai kerajinan makrame ini sejak masa sekolah SMP. Namun, baru berani bikin usaha di tahun 2025 ya. Yang saya buat itu awalnya itu gelang-gelang, dari yang tali itu sama yang pakai kait, pakai rantai terus lama-lama itu saya belajar," ujar Dyah panggilan akrabnya kepada RRI pada Kamis, 12 Februari 2026.

Beberapa contoh hasil karya kerajinan tangan buatan Dyah (Foto: Margaretha Dyah Setyawati)

"Sejauh ini saya nggak bikin yang gede-gede itu lagi karena modalnya banyak dan butuh waktu banyak dan untuk bikin sendiri dan jualnya itu nggak cukup waktunya. Awalnya cuma online bersama usaha fashion saya (baju, tas, sepatu) terus dalam waktu enam bulanan saya mulai ikut UMKM di Kelurahan Kricak Kidul, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta dan ikut pameran di Dinas Perindustrian," kata Dyah.

Diakui Dyah semua kerajinan tangan ia lakukan sendiri di sela-sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan untuk pembuatan tas, ia bekerja sama dengan temannya karena tidak pandai dalam hal menjahit. Setiap hari Dyah konsisten memproduksi kerajinan tangan meskipun tidak banyak, mulai dari selusin sampai dua lusin tergantung model dan tingkat kerumitannya. bahkan bisa lebih ketika ia mengerjakan pesanan pelanggan.

"Kalau pas ramai itu omzet bisa Rp500.000 sampai satu juta sebulan tapi kalau hari biasa ya mungkin Rp200.000-Rp500.000. Jadi kan besok ini di kampung saya itu ada pasar Ramadan, nah saya ada inovasi-inovasi baru, saya mau bikin yang berbau-bau Islami atau Iduliitri, gantungan kunci terus kayak gelang-gelang itu," ujar Dyah.

Ia menyampaikan bahwa untuk menambah ketrampilan makramenya, ia belajar dari Youtube dan online di TikTok karena gratis. Karena awalnya ia menggunakan hasil makramenya untuk diri sendiri ternyata banyak teman dan kenalannya suka sampai memesan padanya.

"Jualan UMKM itu kadang saya kan masih belajar ya, ikut pasar-pasar gitu jadi kadang kalau nggak tepat sasaran itu ya sepi. Saya pernah cuma laku dua item tapi saya menikmati proses membuat dan jualannya," kata Dyah.

Dengan Motto Faithful Finds (penemuan yang setia), Dyah ingin hasil karyanya bisa membuat orang lain bahagia ketika memakainya seperti ia yang menemukan kebahagiaan ketika mengerjakannya setelah menikah dan memutuskan keluar dari pekerjaannya pada 2018 silam. Ia berharap D'Craft semakin di kenal dan disukai masyarakat umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....