Kopi Time Keliling di Kawasan Syuhada

  • 11 Feb 2026 05:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Seorang perantau asal Banten, Haris, kini menjalani kesehariannya sebagai penjual kopi time keliling di kawasan Syuhada. Dengan menggunakan rombong sederhana, ia menawarkan berbagai varian kopi kepada pelajar dan masyarakat sekitar. Haris mengaku baru sekitar satu bulan merantau dan bekerja sebagai penjual kopi setelah sebelumnya berjualan somay secara keliling.

Haris mengatakan dirinya tidak memiliki usaha sendiri, melainkan bekerja kepada pemilik usaha kopi time dan menerima gaji. Ia memulai aktivitasnya sejak pagi hari dari depo kopi time sebelum berkeliling ke sejumlah titik yang ramai. “Saya ikut orang karena digaji. Baru sebulan saya merantau di sini,” ujarnya.

Setiap hari, Haris berangkat dari depo sekitar pukul 09.00 WIB, tergantung antrean. Ia kemudian berkeliling hingga sore hari sebelum kembali ke depo sekitar pukul 17.30 WIB. Dalam sehari, ia bisa menjual puluhan gelas kopi, terutama saat kondisi ramai di sekitar sekolah. “Kalau lagi ramai bisa habis 35 sampai 39 gelas, tapi kalau sepi sekitar 20 gelas,” katanya.

Kopi yang dijual Haris merupakan produk dengan bahan dasar biji Arabika dan Robusta, serta tersedia dalam berbagai varian. Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, mulai dari Rp8.000 hingga Rp14.000 per porsi. Beberapa varian yang tersedia di antaranya Americano, Cappuccino, Kopi Susu, Kopi Gula Aren, hingga Creamy Butterscotch, serta minuman non-kopi seperti Thai tea, cokelat, dan taro.

Haris biasanya tidak menetap di satu lokasi dan memilih berkeliling untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Namun, pada waktu tertentu ia bisa berhenti di satu titik untuk menggantikan rekan kerja yang berhalangan hadir. Setelah dari Syuhada, ia berencana melanjutkan perjalanan ke kawasan sekolah lain yang menjadi salah satu titik ramai pembeli.

Menurut Haris, pelajar menjadi salah satu pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualannya setiap hari. Ia menyadari bahwa minuman kopi memiliki masa ramai dan sepi tergantung minat pembeli. Meski begitu, ia tetap bersemangat menjalani pekerjaannya sebagai perantau yang mencari penghidupan di kota orang.

Salah satu pelajar Liya, mengaku sesekali membeli kopi time dari Haris karena rasanya yang enak dan harganya terjangkau. Ia menilai kehadiran penjual kopi time keliling menjadi alternatif bagi pelajar yang ingin menikmati minuman kekinian tanpa harus pergi jauh. “Aku terkadang beli kopi ini, tapi tidak tiap hari. Rasanya enak dan banyak varian. Harganya juga terjangkau untuk pelajar,” katanya. (SUR/AAN)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....