Kisah Ipul Setia Berjualan Cimol Dua Dekade
- 11 Feb 2026 05:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ipul, pedagang cimol dan tahu crispy asal Tasikmalaya, tetap setia menjalankan usahanya sejak tahun 2004. Selama lebih dari dua dekade, ia mempertahankan dagangan yang sama tanpa pernah mengganti jenis usaha. Konsistensinya ini membuat ia dikenal oleh para pelajar di sejumlah sekolah tempat ia biasa berjualan.
Pria yang akrab disapa Pak Ipul ini mengaku memulai usaha cimol secara mandiri sejak awal merantau. Ia memilih berjualan cimol karena sederhana dan memiliki banyak peminat, terutama di kalangan pelajar. “Dari tahun 2004 cimol terus, enggak ganti-ganti, alhamdulillah,” ujarnya.
Dalam kesehariannya, Ipul berjualan di beberapa lokasi sekolah, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kota Baru. Ia biasanya mulai berjualan sejak pagi hingga sore hari atau sampai dagangannya habis terjual. Mobilitas dari satu sekolah ke sekolah lain menjadi strategi agar dagangannya tetap diminati banyak pembeli.
Setiap hari, Ipul menghabiskan sekitar lima kilogram bahan cimol dan dua ember tahu crispy. Ia bersyukur dagangannya hampir selalu habis terjual setiap hari. “Dari jam 9 sampai habis, sampai sore, alhamdulillah selalu habis,” katanya.
Meski Sabtu menjadi hari libur, Ipul tetap berjualan pada Minggu di kawasan gereja Kota Baru. Ia mengandalkan penghasilannya dari usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp5.000 per plastik, sehingga mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Ke depan, Ipul berharap usahanya bisa berkembang lebih besar dan memiliki karyawan sendiri. Ia juga memiliki keinginan untuk membuka outlet tetap agar usahanya lebih stabil. “Pinginnya memperluas usaha, mudah-mudahan bisa punya karyawan dan punya tempat tetap,” ucapnya.
Keberadaan Ipul sebagai pedagang cimol telah menjadi bagian dari keseharian para pelajar. Riki salah satu pelajar, mengaku sering membeli cimol saat waktu istirahat atau menunggu jemputan pulang sekolah. “Saya suka cimolnya, kadang pas istirahat beli cimol, kadang juga beli saat nunggu jemputan pulang,” ujarnya. (SUR/AAN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....