Alih Teknologi Ikan Tingkatkan Ekonomi Warga Giwangan Lokal

  • 09 Feb 2026 18:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kegiatan alih teknologi informasi pengolahan ikan laut digelar di kawasan Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin, 9 Februari 2026. Program ini merupakan kolaborasi strategis bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) Komisi A, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah ikan sekaligus memperkuat ketahanan gizi ibu hamil dan anak-anak serta keluarga.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu rumah tangga, bapak-bapak, serta kader posyandu setempat. Mereka mendapatkan pembinaan langsung mengenai teknik pengolahan ikan yang higienis, bernilai gizi tinggi, serta memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pemasaran produk olahan ikan secara lebih luas.

Anggota DPRD DIY Komisi A Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan aspirasi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor perikanan. Ia menilai potensi perikanan tidak hanya berhenti pada hasil tangkapan, tetapi harus didorong hingga tahap pengolahan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Praktisi & Influencer & Mentor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Daerah Istimewa Yogyakarta (UMKM DIY) Minni Gunawan, SE, menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga sangat penting dalam menjaga kualitas gizi keluarga melalui pengolahan ikan yang tepat. “Ibu rumah tangga memiliki peran yang begitu besar dalam mengolah dan memastikan keluarga mendapatkan gizi terbaik, karena semuanya dimulai dari dapur keluarga,” ujarnya.

Minni Gunawan, SE, memaparkan materi alih teknologi pengolahan ikan laut kepada warga Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Minni Gunawan)

Menurut Minni, gerakan gemar makan ikan harus terus didorong sejak dini, terutama untuk mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil. Ia menekankan bahwa ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah diolah menjadi berbagai produk makanan bergizi. “Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat, khususnya para ibu, semakin memahami pentingnya #gemarikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga,” katanya.

Program alih teknologi ini juga menitikberatkan pada beberapa aspek penting, seperti standardisasi mutu melalui pemahaman rantai dingin agar kesegaran ikan tetap terjaga. Selain itu, masyarakat diperkenalkan pada diversifikasi produk, mulai dari bakso ikan, abon, kerupuk, kaki naga, Rolade, schotel tuna hingga produk frozen food yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Selain pengolahan, peserta juga dibekali pemanfaatan digitalisasi pemasaran melalui media sosial dan marketplace. Langkah ini bertujuan agar produk olahan ikan dari warga Giwangan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah. Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan gizi di tingkat lokal. (SUR/AAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....