Tahu Walik Numani Pertahankan Harga Tak Ubah Rasa
- 09 Feb 2026 09:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Usaha kuliner kaki lima Tahu Walik Numani yang berlokasi di Jalan Babarsari, tepatnya di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Depok, Sleman, tetap bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku. Usaha yang dirintis sejak 2010 ini masih menjadi pilihan masyarakat sekitar, terutama pengendara yang melintas di kawasan tersebut pada sore hari. Pemilik usaha, Soekardi, memulai usahanya dari rumah di kawasan Plumbon, Banguntapan, sebelum akhirnya berjualan di lokasi saat ini.
Soekardi mengatakan, usaha tahu walik tersebut sudah berjalan selama lebih dari satu dekade dan seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri. Mulai dari pembuatan tahu walik hingga sempal, semuanya dikerjakan sendiri untuk menjaga kualitas rasa. “Ya, sudah lama, dari 2010. Dulu di rumah, sekarang semua bahan tahu waliknya dibuat sendiri,” ujarnya.
Dalam satu hari, Soekardi mampu menjual sekitar 200 hingga 215 potong tahu walik, tergantung kondisi dan jumlah pembeli. Selain itu, penggunaan saus sebagai pelengkap juga menyesuaikan dengan tingkat penjualan harian. “Sekitar 200 sampai 215 per biji, belum tentu. Kalau sausnya biasanya dua bungkus, kadang bisa lebih, tergantung hari,” katanya.

Menurut Soekardi, mayoritas pembeli berasal dari masyarakat umum yang kebetulan melintas di lokasi, bukan hanya pelajar. Ia mulai berjualan sekitar pukul 14.30 WIB, saat aktivitas masyarakat mulai meningkat di sore hari. “Target pasar malah orang lewat saja. Banyak juga bapak-bapak, ibu-ibu, sama saja, cowok sama cewek,” ucapnya.
Meski penjualan relatif stabil, Soekardi mengaku menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku, terutama ayam. Kondisi tersebut membuat biaya produksi meningkat, sementara harga jual tidak banyak berubah agar tetap terjangkau oleh pelanggan. “Perubahan mulai terasa karena bahan baku lebih mahal. Ayam sekarang per kilo Rp35.000, kemarin sampai Rp38.000, tapi penjualan masih sama,” ujarnya.
Soekardi memilih mempertahankan kualitas rasa sebagai keunggulan utama usahanya. Ia memastikan komposisi bumbu tidak pernah diubah sejak awal berdiri, sehingga pelanggan tetap mendapatkan cita rasa yang sama. “Untuk bumbu-bumbu tetap saya jaga, tidak pernah saya rubah. Mudah-mudahan pelanggan tetap beli di tempat kami,” katanya.
Salah satu pembeli, Aura, mengaku menyukai cita rasa tahu walik yang dijual di tempat tersebut. Menurutnya, tekstur dan bumbu menjadi daya tarik utama yang membuat pelanggan kembali membeli. “Asli, tahu waliknya garing banget di luar tapi isiannya lembut dan gurih. Gak pelit bumbu, bikin nagih,” ujarnya. (AAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....