Hadirnya E-commerce, Penjual Batik Andalkan Wisatawan

  • 25 Jan 2026 20:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perkembangan e – commerce yang semakin pesat membawa tantangan tersendiri bagi para pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Hal tersebut juga dirasakan oleh Bu rini, penjual batik di Pasar Beringharjo yang melanjutkan usaha milik ibunya yaitu Ibu Ponirah yang telah menjalani usahanya selama 20 tahun.

Generasi kedua dari Kios Batik Bu Ponirah, Rini mengatakan bahwa beragam batik dari beragam daerah yang ia jual, mulai dari solo, Yogyakarta hingga pekalongan. Jenis batik yang dijualnya pun cukup beragam, mulai batik tulis, batik cap, hingga batik printing, menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pembeli.

“yang paling laku biasanya daster untuk harian. Kalau turis – turis biasanya cari kain batik lembaran buat oleh oleh dari Yogyakarta, kadang ada yang beli batik cap atau batik tulis, tergantung selera mereka,” ujarnya.

Namun, di tengah menjamurnya penjualan batik secara daring dengan harga yang lebih variatif dan akses yang lebih mudah, penjualan di pasar malioboro merasakan dampak dari hadirnya e - commerce salah satunya adalah kios batik bu ponirah yang dikelola oleh rini yang harus berjuang lebih keras yang memanfaatkan wisatawan yang datang dengan menawarkan batik di kios miliknya. Berbeda dengan toko online yang dapat menjangkau pembeli dari berbagai daerah.

Rini mengaku, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pasar beringharjo merupakan pasar tradisional yang dekat dengan malioboro, sekaligus menjadi tujuan utama wisatawan berbelanja.

Perubahan tersebut membawa peluang tersendiri, terutama dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk turis mancanegara. “Sekarang pengunjung lebih banyak, apalagi turis,”katanya.

Kehadiran wisatawan menjadi salah satu keunggulan dalam berjualan secara offline. Dalam hal ini, pembeli dapat melihat langsung kualitas kain, meraba tekstur, serta berinteraksi langsung dengan penjual bahkan melakukan negosiasi harga yang ditawarkan.

Pengalaman seperti inilah yang masih dipertahankan oleh pedagang di Pasar Beringharjo di tengah persaingan dengan platform digital. “Harapannya batik di pasar beringharjo makin laris dan pasar beringharjo tetap menjadi tujuan wisatawan untuk berbelanja oleh – oleh,”kata Rini.

Pasar beringharjo tetap menjadi destinasi utama wisatawan saat berbelanja ke Yogyakarta. Dengan begitu, pedagang tradisional tetap memiliki ruang untuk bertahan dan bersaing di tengah arus digitalisasi perdagangan (Victorio Firsta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....