Targetkan Jadi Pusat Ekosistem Halal Global, Jogja Halal Fest #3 Diluncurkan

  • 31 Jul 2026 09:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pameran dan ekosistem gaya hidup halal terbesar di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY bekerjasama dengan KADIN DIY, Jogja Halal Fest (JHF) 2026, resmi diluncurkan Kamis, 30 Juli 2026 di Bangsal Mataram, Gedung Bank Indonesia. Gelaran JHF #3 yang akan berlangsung di Jogja Expo Center, 4 - 6 Desember 2026 ditargetkan mampu menarik antusias masyarakat hingga puluhan ribu orang.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Prof Edy Suandi Hamid mengatakan, penyelenggaraan JHF 2026 bukan sekadar pameran tahunan biasa, melainkan langkah nyata mendukung Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia. Karena diakui, Indonesia saat ini masih berada di peringkat bawah dunia, sehingga ditargetkan mampu melesat menjadi nomor satu dalam ekosistem halal global.

"Ekonomi Syariah Indonesia itu, diharapkan kita itu menjadi yang nomor satu di dunia ya, tapi faktanya kita masih nomor tiga, nomor empat di belakang gitu ya. Nah, kita berharap Jogja juga berperan untuk itu, karena di Jogja itu ada potensi-potensi Ekonomi Syariah yang bisa dikembangkan," katanya, kepada media seusai peresmian JHF.

Lebih lanjut Prof Edy menjelaskan, DIY memiliki potensi-potensi ekonomi syariah yang dapat dikembangkan, seperti fashion, pendidikan, wisata, hingga kuliner. Dalam JHF 2026 ditargetkan mampu menarik sekitar 70.000 pengunjung dan diharapkan, kegiatan ini nantinya tidak hanya diikuti dari pelaku ekonomi lokal, nasional, tetapi juga global.

"Karena semakin maju masyarakat, itu kebutuhan tersier seperti pariwisata itu menjadi kebutuhan yang utama. Kita berharap Jogja ini berkontribusi, tidak usalah kita nomor satu semua untuk variabel syariah, tapi paling tidak tiga tadi itu kita menjadi hub-nya, pendidikan, fesyen, wisata, dan juga kuliner," ucapnya.

Edy Suandi Hamid mengungkapkan, DIY yang kental dengan adat budayanya menjadi peluang ekonomi syariah. Karena hal tersebut dijelaskannya, bukan sebuah pertentangan melainkan menjadi bagian untuk saling melengkapi.

Perkembangan ekonomi syariah di DIY, menurut Edy, relatif berada di atas rata-rata nasional, baik kaitannya dengan perbankan, asuransi, pasar obligasi, sukuk. Meski relatif lebih cepat, hanya saja diakui memang secara nominal tidak terlalu besar karena DIY termasuk kecil secara ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....