Jodohkan Hotel dan UMKM, Pemkot Hadirkan One Village One Sister Corporate

  • 31 Mei 2026 09:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komitmen dalam mendongkrak perekonomian masyarakat dengan menggandeng stakeholder di Kota Yogyakarta terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, salah satunya melalui program 'One Village One Sister Corporate'. Melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi ekosistem kuat didukung industri perhotelan.

Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, melalui program ini tidak hanya menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mendukung perekonomian masyarakat khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tetapi menjadi komitmen perusahaan maupun hotel di Kota Yogyakarta untuk turut serta hadir dalam menghidupkan sendi-sendi perekonomian.

Melalui satu kesatuan dan semangat gotong royong yang menjadi modal penting masyarakat, Hasto berharap, melalui program ini mampu tercipta hubungan yang saling menguntungkan.

"Hotel memakmurkan masyarakat, masyarakat juga memakmurkan hotel. Jadi saling menguntungkan," katanya.

Program one village one sister corporate yang diluncurkan Senin, 25 Mei 2026 ini, selain mendorong pergerakan ekonomi masyarakat yang semakin cepat. Juga diharapkan Hasto, mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk UMKM melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya serta keberlanjutan.

"Sudah sering saya sampaikan one village one sister company. Satu kampung kita jodohkan dengan satu perusahaan. Hari ini kita menjodohkan UMKM yang ada di kampung dengan hotel. Ini sebagai kick off untuk memulai langkah nyata,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, sebanyak tujuh hotel terlibat dalam tahap awal program tersebut yakni New Saphir Hotel, Harper Malioboro Hotel, Java Villas Boutique Hotel and Resto, Duta Garden Group, 101 Yogyakarta Tugu Hotel, 101 Style Yogyakarta Malioboro Hotel, 101 Urban Heritage Yogyakarta Lynn Prawirotaman Hotel dan Fortuna Suites Malioboro Yogyakarta Hotel.

Sementara UMKM yang ikut berkolaborasi antara lain Sentra Kulit Keparakan Kemantren Mergangsan, Dado Home Kemantren Danurejan, Coklat Ndalem Kemantren Ngampilan, Raga Sukma Batik Kemantren Mantrijeron, Gubug Rempah Kemantren Pakualaman, CV Natura Utama Kemantren Gondokusuman dan Bakpia Potret Djokja Kemantren Jetis.

Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono menyambut baik program tersebut. Menurutnya hotel tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan masyarakat dan UMKM sekitar.

“Kita itu guyub sesarengan, saling membantu dan saling menghidupi. Hotel menghidupi UMKM dan UMKM juga menghidupi hotel,” ucapnya.

Konsep saling menghidupi inipun ditegaskan Deddy, hotel tidak hanya menjadi sebuah etalase produk-produk UMKM, tetapi harus mampu berkembang terutama dalam menjaga kualitas produk UMKM yang menjadi perhatian utama. Hal ini penting, karena produk UMKM yang berkualitas juga mempengaruhi citra pariwisata Yogyakarta.

Quality harus dijaga karena ini untuk tamu. Jangan sampai mengecewakan wisatawan karena branding Jogja harus dipertahankan,” ujarnya, menambahkan.

Lebih lanjut Deddy mengungkapkan, produk-produk UMKM yang paling diminati wisatawan selama ini, adalah oleh-oleh dan aksesori lokal. Sehingga prodhk-produk yang dihadirkan langsung di hotel ini diharapkan semakin memudahkan wisatawan mendapatkan produk khas Yogyakarta tanpa harus keluar hotel.

Deddy juga berharap, sinergi antara hotel dan UMKM semakin kuat sehingga sektor pariwisata tidak hanya menguntungkan industri besar, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan kampung-kampung wisata di Kota Yogyakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....