Lampaui Target, Pertumbuhan Ekonomi Sleman 2025 Naik Signfikan 6,53 Persen
- 30 Apr 2026 22:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Bidang ekonomi menjadi indikator paling menonjol dalam capaian pembangunan Kabupaten Sleman sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tersebut tercatat mencapai 6,53 persen atau melampaui target yang berada pada kisaran 5,11-5,74 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, mengatakan pertumbuhan ekonomi menjadi ukuran penting dalam melihat keberhasilan pembangunan suatu wilayah
“Indikator paling signifikan untuk melihat keberhasilan pembangunan adalah rumpun ekonomi. Tahun 2025 kita menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,11 sampai 5,74 persen dan realisasinya mencapai 6,53 persen. Artinya kita berhasil melampaui target,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan capaian tersebut didorong meningkatnya investasi yang masuk ke Kabupaten Sleman, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Selain itu, pembangunan infrastruktur juga memberi dampak besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Progres pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol Yogyakarta–Bawen dan Yogyakarta–YIA, ikut mendorong bangkitan ekonomi, baik dari sisi tenaga kerja maupun konsumsi barang dan jasa,” katanya.
Fitri menambahkan keberhasilan menjaga inflasi tetap terkendali pada kisaran 2-3 persen juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan di Sleman juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 tercatat sebesar 4,07% dari taget 4,13 hingga 5,08 persen.
Capaian tersebut didukung dengan peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi, serta berbagai inovasi layanan ketenagakerjaan seperti program Taksi Pekerja, Pasar Kerja Keliling, dan Job Canvassing yang mempermudah akses pencari kerja.
“Pemerintah juga menjaga stabilitas ketenagakerjaan melalui fasilitasi hubungan industrial, deteksi dini persoalan tenaga kerja, serta perlindungan kesejahteraan pekerja untuk meminimalkan PHK,” katanya.
Sementara itu, tingkat kemiskinan Kabupaten Sleman berhasil ditekan menjadi 6,71 persen, melampaui target 6,98 hingga 7,45 persen. Penurunan tersebut didukung struktur ekonomi daerah yang dinamis berbasis sektor jasa, pendidikan, perdagangan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif yang mampu menciptakan peluang kerja baru.
Selain itu, peningkatan akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa menjadi investasi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Programnya adalah beasiswa dari APBD Kabupaten Sleman, kemudian dialokasikan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan tentu saja juga melalui seleksi. Jadi, sudah sekitar 400 anak yang kita sekolahkan dan setiap tahun direncanakan ada sekitar 100 anak yang kemudian akan menjadi mahasiswa baru,” katanya.
Pada aspek daya saing daerah, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Sleman tahun 2025 mencapai angka 4,14 persen atau melampaui target 4,13 persen. Kabupaten Sleman bahkan memperoleh apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai daerah terbaik kedua tingkat nasional.
Pencapaian tersebut ditopang kekuatan sektor ekonomi strategis seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta jasa hotel dan restoran. Komoditas unggulan seperti salak pondoh dan salak madu turut menjadi ikon daya saing ekonomi daerah.
Selain itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp1,184 triliun pada 2024 memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk memperkuat program pembangunan dan inovasi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....