Pemintaan Emas Perhiasan Picu Inflasi Bulan Maret

  • 07 Apr 2026 08:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Emas perhiasan menjadi salah satu faktor penyebab inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada bulan Maret 2026. Kisarannya 0,05 persen, dari besaran inflasi bulanan sekitar 0,45 persen.

Namun, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Dri Darmadi Sudibyo memastikan, inflasi bulanan tersebut masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumya. Pada Februari 2026, inflasi tercatat di kisaran 0,68 persen.

”Andil inflasi emas perhiasan tidak setinggi periode sebelumnya, seiring ketidakpastian geopolitik global,” katanya melalui siaran pers tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Secara bulanan, inflasi DIY pada bulan Maret juga disebabkan kenaikan harga Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil inflasi 0,29 persen. Kondisi itu dipicu kenaikan harga daging ayam ras, bayam, dan tomat.

”Andil masing-masing sebesar 0,05 persen, 0,03 persen, dan 0,02 persen,” katanya. ”Kenaikan harga daging ayam ras akibat meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan, di tengah terbatasnya pasokan.”

Sedangkan kenaikan harga bayam dan tomat, akibat terbatasnya pasokan di tengah pergeseran cuaca di DIY dari musim hujan menuju ke musim kemarau. Selain itu, kelompok transportasi juga memicu inflasi bulanan 0,06 persen.

Penyebab utama inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan harga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen. Situasi ini sejalan dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi, mulai tanggal 1 Maret 2026 di seluruh wilayah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....