Industri Galangan Kapal Indonesia Mampu Bersaing, Ini Syaratnya

  • 14 Feb 2026 22:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tantangan industri galangan kapal Tanah Air saat ini mengalami kendala serius. Hal itu seperti terungkap dalam diskusi kelompok terfokus atau Focus Group Discussion (FGD) level nasional yang digelar oleh PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (PT ASSI), Jumat, 13 Februari 2026, di Yogyakarta.

Ancaman industri galangan kapal di Indonesia tak hanya dihadapkan pada lesunya permintaan, dan kenaikan harga material bahan baku akibat situasi geopolitik internasional, tetapi juga dipicu oleh persaingan dari negara-negara tetangga yang memiliki industri kapal raksasa. Salah satunya adalah Tiongkok yang ‘mengancam’ eksistensi industri galangan kapal Indonesia.

“Menurut saya itu sangat memungkinkan sekali (ancaman industri galangan kapal Tiongkok, red) kalau misalnya kita tidak berbenah, dan juga pemerintah juga tidak memberikan kebijakan yang dinamis di sektor perbankan, fiskal, dan kemudian kebijakan-kebijakan dari sisi operasional (regulasi),” ujar Anita Puji Utami selaku Direktur Utama PT ASSI.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (DPP Iperindo) itu menyatakan, ketika industri galangan kapal Tanah Air berupaya mengakselerasi daya saing, pemerintah harus segera memberikan insentif agar industri tersebut dapat tumbuh. Terlebih lagi, potensi maritim Indonesia, menurut Anita, sangatlah besar.

“Kalaupun nanti kita bisa meningkatkan daya saing, kebijakan-kebijakan (insentif) itu harus segera diimplementasikan. Sehingga nanti walaupun ada potensi ekspansi dari Tiongkok, kita masih bisa memiliki daya saing,” kata dia.

Anita Puji Utami menegaskan, pelaku industri perkapalan di Indonesia, tak gentar dengan persaingan berat yang dihadapi, termasuk dari Tiongkok. Anita bahkan memuji SDM lokal yang mampu membangun kapal yang memiliki daya saing dan keunggulan.

“Karena SDM kita juga didukung dari 30 perguruan tinggi yang berbasis di kemaritiman, belum lagi ditambah vokasi. Jadi harapannya, dengan industri galangan kapal ini semakin lebih baik, kita bisa menggerakkan perekonomian, bisa menambah multiplier effect, dan tentunya dapat menyumbang bagi perekonomian nasional yang diharapkan tumbuh 6 persen pada tahun ini,” ucap dia.

Sementara itu, Mahardi Tunggul Wicaksono, selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan pada Kementerian Perindustrian menegaskan, pihaknya berupaya keras mendorong pertumbuhan industri galangan kapal Tanah Air. Ada beberapa insentif yang diberikan agar industri tersebut memiliki daya saing.

“Terkait insentif untuk industri galangan kapal, kami ada skema khusus untuk pembangunan kapal baru, di mana ada beberapa komponen kapal yang sudah kami bebaskan bea masuk. Ini khusus untuk pembangunan kapal baru ya,” ujarnya.

FGD berlevel nasional yang di Hotel Malioboro Yogyakarta itu mengangkat tema “Kualitas dan Layanan Produksi yang Maksimal, Ditunjang Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Galangan dan Kehandalan Armada Pelayaran Nasional”.

Diskusi yang digelar secara daring dan luring ini menghadirkan sejumlah pakar yang berkompeten dari pelaku industri galangan kapal dan juga lintas kementerian terkait. Termasuk dihadiri Ir H Bambang Haryo Soekartono selaku Kapoksi Komisi VII DPR RI dan pemilik PT Dharma Lautan Utama Holding, yang sekaligus Penasehat Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia.

Rekomendasi Berita