Pentingnya Budaya Menabung sejak Dini untuk Literasi Keuangan Anak

  • 06 Okt 2026 12:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Kesadaran akan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda terus didorong agar menjadi fondasi kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Anak-anak dan remaja kini diajak memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola uang secara bijak di bawah pendampingan orang tua.

Pentingnya pengenalan literasi keuangan ini ditegaskan oleh RCEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta Ari Masdianto Purnomo dalam kegiatan Temu Media di deMakijo Sleman pada Selasa, 6 Oktober 2026.

"Anak yang sejak dini sudah terbiasa menabung, bertransaksi secara bijak, dan memahami nilai uang akan memiliki fondasi literasi keuangan yang lebih baik. Yang kami dorong bukan sekadar kepemilikan rekening, tetapi bagaimana anak mulai memiliki pengalaman nyata dalam mengelola uang," ujarnya.

Perkembangan teknologi digital membuat anak-anak rentan terhadap pola konsumsi tak terkontrol jika tidak dibekali pemahaman finansial yang tepat. Oleh karena itu, pendekatan edukasi keuangan modern mengombinasikan kemandirian anak dengan pengawasan orang tua.

Melalui platform digital seperti layanan tabungan anak wondrZ dari BNI, anak berusia 12 tahun ke atas mulai dilatih bertransaksi mandiri menggunakan QRIS dalam batasan aman. Batas transaksi harian dibatasi maksimal Rp500.000 untuk kartu debit dan Rp2.000.000 untuk aplikasi guna melatih kontrol diri. Selain itu, orang tua menerima notifikasi transaksi secara langsung di ponsel untuk memantau aktivitas keuangan anak.

"Orang tua tidak hanya menjadi nasabah utama, tetapi juga dapat mengajak anak mulai mengenal berbagai layanan perbankan secara bertahap sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut," katanya.

Edukasi literasi keuangan dipandang perlu masuk ke ekosistem harian anak, mulai dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas keluarga. Pembentukan kebiasaan finansial sejak dini diharapkan menciptakan ekosistem keluarga yang sehat secara finansial.

Guna mendukung akses tersebut, tabungan diberikan bebas biaya pengelolaan rekening. Saat anak memasuki usia 17 tahun, sistem perbankan akan mengonversi rekening tersebut secara otomatis untuk mendukung kebutuhan finansial jenjang berikutnya.

"Langkah edukasi dan literasi keuangan ini diharapkan dapat membentuk karakter anak dan remaja yang lebih bertanggung jawab, terbiasa merencanakan masa depan, serta siap menghadapi tantangan ekonomi," ucapnya menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....