Sarasehan Hari Ibu ke-98, Dorong Perempuan Cerdas Kelola Keuangan Digital
- 01 Okt 2026 12:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Panitia Hari Ibu ke-98 tahun 2026 yang terdiri dari lima komponen organisasi perempuan DIY, yakni Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK DIY), Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW DIY), Dharma Wanita Persatuan (DWP DIY), Dharma Rini Koorcab DIY, dan Bhayangkari DIY, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK DIY) menggelar Sarasehan Edukasi Keuangan dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-98 di Yogyakarta, di Kantor OJK DIY, Rabu 30 September 2026.
Mengusung tema Perempuan Berdaya, Finansial Tertata: Strategi Investasi dan Mengelola Keuangan Digital, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Di antaranya Asisten Manajer Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK DIY, Priscila Shinta Kumala Dewi Prasadi, serta Pimpinan Cabang PT Trimegah Sekuritas Solo, Laili Ma’muroh.
Ketua Pelaksana Peringatan Hari Ibu ke-98 sekaligus Ketua DWP DIY, Nurwestu Aria Nugrahadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengajak perempuan untuk mampu mengatur dan mengelola keuangan dengan baik. Hal ini penting untuk membangun kebiasaan positif, seperti menabung, mempersiapkan dana darurat, memahami instrumen investasi, serta merencanakan masa depan keluarga secara matang.
Nurwestu menilai tema yang diangkat dalam sarasehan tersebut sangat relevan dengan dinamika kehidupan perempuan saat ini. Perempuan memiliki peran yang semakin luas, tidak hanya sebagai pendamping keluarga dan pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, penggerak ekonomi keluarga, pelaku usaha, profesional, serta bagian penting dalam pembangunan masyarakat.
“Literasi dan kecakapan finansial menjadi bekal penting bagi seorang perempuan. Perempuan yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan mampu menyusun prioritas, mengelola pendapatan dan pengeluaran, serta mempersiapkan masa depan dan mengambil keputusan keuangan secara bijaksana,” ucapnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital turut membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam layanan keuangan yang kini dapat diakses dengan mudah melalui perangkat digital. Menurutnya, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang memadai.
“Kita perlu membekali diri agar tidak mudah tergoda oleh tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar,” kata Nurwestu.

Ketua DWP DIY juga menilai untuk menjadi perempuan berdaya tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan, tetapi juga mampu mengelola, merencanakan, dan melindungi keuangan dengan baik. “Sebagai perempuan berdaya, kita tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan, tetapi juga mampu mengelola, merencanakan, dan melindungi keuangan dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, peringatan Hari Ibu bukan hanya momentum untuk memberikan penghormatan kepada sosok ibu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan peran, kontribusi, dan keberdayaan perempuan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan pembangunan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh perempuan untuk memperkuat peran sebagai pribadi yang mandiri, percaya diri, cerdas dalam mengambil keputusan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.
Nurwestu berharap sarasehan tersebut dapat memberikan wawasan dan manfaat nyata bagi seluruh peserta, sekaligus menjadi langkah bersama dalam mewujudkan perempuan yang semakin berdaya dan keluarga yang semakin sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....