SLB N 1 Gunungkidul & Dosen UNY Raih Penghargaan Literasi OJK

  • 31 Agt 2026 18:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakart - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menorehkan prestasi nasional dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan dengan meraih dua penghargaan serta tiga nominasi pada ajang KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) Award 2026 dan Financial Literacy Award (FLA) 2026. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan industri jasa keuangan dalam memperluas akses serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Dua penghargaan yang diraih DIY masing-masing diberikan kepada Prof. Dr. Ratna Candra Sari, Guru Besar dan Dosen Departemen Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), sebagai Duta OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik Tahun 2026 serta SLB Negeri 1 Gunungkidul yang bermitra dengan PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) sebagai Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik Tahun 2026 kategori Sekolah Luar Biasa (SLB).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyerahkan penghargaan tersebut dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 28 Agustus 2026.

Selain meraih dua penghargaan, DIY juga masuk dalam tiga nominasi nasional, yaitu Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Jawa dan Bali; Satuan Pendidikan Berbasis Agama Implementasi KEJAR Terbaik melalui MTsN 4 Gunungkidul yang bermitra dengan BPD DIY; serta Bank Implementasi KEJAR Terbaik Bank Perekonomian Rakyat/Syariah Wilayah Jawa dan Bali melalui PT BPR Bank Kulon Progo (Perseroda).

Ajang KEJAR Award dan Financial Literacy Award merupakan bentuk apresiasi OJK kepada industri jasa keuangan, satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan individu yang menunjukkan komitmen serta kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Penghargaan tersebut sekaligus mendorong pemangku kepentingan untuk memperluas praktik baik dan memperkuat ekosistem literasi serta inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Penghargaan diterima langsung oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Gunungkidul Wantini, dan Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY R. Agus Trimurjanto. Para penerima penghargaan hadir dengan didampingi Kepala OJK DIY Eko Yunianto.

Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyampaikan apresiasi, atas capaian DIY yang berhasil meraih dua penghargaan serta tiga nominasi pada ajang KEJAR Award 2026 dan Financial Literacy Award 2026. Menurutnya, prestasi ini juga membuktikan bahwa kolaborasi yang kuat antara OJK, pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan industri jasa keuangan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat

“Kami menyampaikan selamat, apresiasi, dan rasa syukur atas capaian DIY yang berhasil meraih dua penghargaan serta tiga nominasi pada ajang nasional ini. Capaian tersebut menunjukkan komitmen dan konsistensi seluruh pemangku kepentingan di DIY dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Eko menambahkan, penghargaan tersebut perlu menjadi momentum untuk memperluas dan memperkuat berbagai inisiatif literasi serta inklusi keuangan di DIY. Budaya menabung perlu tumbuh sejak usia dini dan berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam merencanakan serta mengelola keuangan secara bijak.

“Ke depan, kami berharap capaian ini semakin memotivasi seluruh pemangku kepentingan di DIY untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan, memperkuat budaya menabung sejak dini, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan secara bijak. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi kesejahteraan masyarakat DIY,” ucapnya.

OJK DIY akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, industri jasa keuangan, dan masyarakat untuk meningkatkan akses, pemahaman, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OJK dalam membangun masyarakat yang semakin cakap mengelola keuangan sekaligus memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di DIY.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....