Tembus Rp10,13 Triliun, Realisasi APBN DIY hingga Juni 2026 Capai 51,55 Persen Pagu

  • 31 Jul 2026 18:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga akhir Juni 2026 terus menunjukkan kinerja kuat, salah satunya ditopang realisasi APBN. Per tanggal 30 Juni 2026, serapan Belanja Negara di DIY tercatat tinggi yakni mencapai Rp10.134,85 miliar (51,55 persen) dari pagu anggaran, di sisi lain, Pendapatan Negara di DIY juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp4.785,97 miliar atau 43,98 persen dari target yang ditetapkan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY mencatat dari sektor Belanja Negara, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi sebesar Rp5.282,91 miliar (45,93 persen dari pagu). Jumlah itu terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp3.241,71 miliar (56,59 persen dari pagu); Belanja Barang sebesar Rp1.414,25 miliar (37,49 persen dari pagu); dan Belanja Modal sebesar Rp626,95 miliar (31,31 persen dari pagu).

"Dukungan APBN terhadap APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) juga meningkat. Sampai dengan 30 Juni 2026, realisasi penyaluran TKD mencapai Rp4,851,94 miliar atau 59,48% dari alokasi," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II, Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti, di Yogyakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Juli Kestijanti menjelaskan, meningkatnya kinerja TKD dan Dana Desa dipengaruhi oleh pertumbuhan positif dari realisasi penyaluran Dana Bagi Hasil sebesar 46,53 miliar (39,63 persen dari alokasi); Dana Alokasi Umum mencapai Rp2.899,42 miliar (57,86 persen dari alokasi). Termasuk lanjutnya Dana Transfer Khusus sebesar Rp977,11 miliar (51,78 persen dari alokasi); Dana Keistimewaan sebesar Rp800 miliar (80 persen dari alokasi); dan Dana Desa sebesar Rp128,88 miliar (90,98 persen dari alokasi).

Sementara itu dari sektor Penerimaan Negara, Penerimaan Pajak sampai dengan 30 Juni 2026 mencapai Rp2.950,02 miliar (41,16 persen dari target penerimaan pajak). Kinerja Pajak Penghasilan (PPh) merupakan penyumbang terbesar penerimaan pajak di DIY dan diikuti oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sampai dengan akhir Juni 2026 sebesar Rp384,41 miliar atau 41,35 persen dari target, Penerimaan tersebut masih didominasi dari penerimaan Cukai sebesar Rp379,30 miliar dan penerimaan Pabean sebesar Rp5,01 miliar.

Selanjutnya, Penerimaan PNBP sampai 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp1.451,53 miliar atau 52,08 persen dari target. Kinerja pendapatan BLU mencapai Rp1.186,50 miliar (47,06 persen dari targetnya). Sedangkan Penerimaan PNBP Lainnya sebesar Rp265,04 miliar (99,82 persen dari targetnya).

"Penyaluran APBN ke daerah merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi wilayah, sekaligus memperkuat ketahanan fiskal nasional dari ancaman fluktuasi ekonomi global," ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....