Underconsumption Core Jadi Tren Hidup Hemat Kalangan Anak Muda
- 02 Jun 2026 07:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah maraknya tren belanja dan kemunculan berbagai produk baru di media sosial, gaya hidup underconsumption core mulai menarik perhatian masyarakat. Tren ini mengajak seseorang untuk menggunakan barang secukupnya, memanfaatkan barang yang masih layak pakai, serta mengurangi kebiasaan membeli barang secara berlebihan.
Fenomena tersebut ramai dibicarakan di berbagai platform digital melalui konten yang memperlihatkan penggunaan barang lama dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pakaian, tas, alat elektronik, hingga produk perawatan pribadi digunakan hingga benar-benar habis sebelum diganti dengan yang baru.
Berbeda dengan gaya hidup konsumtif yang terus mengikuti tren terbaru, underconsumption core justru menekankan kesadaran dalam membeli barang sesuai kebutuhan. Banyak masyarakat mulai menyadari bahwa tidak semua barang harus diganti hanya karena muncul model atau versi terbaru di pasaran.
Salah satu mahasiswa di Yogyakarta, Nadya Lestari, mengaku mulai menerapkan gaya hidup tersebut sejak beberapa bulan terakhir. “Sekarang saya lebih memilih memakai barang yang masih bagus daripada membeli baru hanya karena ikut tren,” ujarnya.
Selain dianggap membantu menghemat pengeluaran, tren ini juga dinilai mampu mengurangi limbah konsumsi rumah tangga. Kebiasaan memakai barang hingga rusak atau habis kini mulai dipandang sebagai langkah sederhana untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi penumpukan barang di rumah.
Pengamat gaya hidup digital, Riko Pratama, menilai tren underconsumption core muncul karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan pola konsumsi sehari-hari. “Harga kebutuhan terus naik, sehingga banyak orang mulai lebih selektif dan mempertimbangkan fungsi barang sebelum membeli,” ucapnya.
Meski terlihat sederhana, gaya hidup underconsumption core perlahan menjadi pengingat bahwa membeli barang baru bukan selalu menjadi solusi utama. Menggunakan barang secukupnya dan sesuai kebutuhan kini mulai dipandang sebagai bagian dari kebiasaan hidup yang lebih sadar, praktis, dan efisien di tengah derasnya arus konsumsi modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....