Anggito Abimanyu Sebut Jogja Financial Festival Bangun Budaya Keuangan Baru
- 23 Mei 2026 15:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jogja Financial Festival 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk membangun budaya keuangan Indonesia baru. Festival yang digelar selama 2 hari di Jogja Expo Center (JEC) sejak Jumat, 22 Mei 2026, diperkirakan dihadiri lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai daerah, profesi, jenjang pendidikan, hingga lintas generasi.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu mengatakan festival tersebut bukan sekadar pameran lembaga keuangan maupun forum seminar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah baru dalam mengubah pendekatan literasi keuangan di Indonesia.
“Festival ini bukan sekadar pameran 20 lembaga keuangan dan juga bukan forum seminar dengan 25 pembicara ahli. Tetapi yang paling penting, festival ini akan mengubah pendekatan literasi keuangan,” ujarnya saat membuka Jogja Financial Festival 2026.
Anggito menyampaikan edukasi keuangan tidak boleh bersifat eksklusif dan hanya dipahami regulator maupun pelaku industri. Literasi keuangan harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana, populer, kreatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Karena itu, penyelenggara menghadirkan pendekatan inklusif dengan melibatkan sekolah, kampus, komunitas kreatif, pelaku UMKM, media digital, artis nasional dan lokal, hingga kegiatan olahraga.
Menurut Anggito, festival tersebut juga menjadi gerakan baru untuk membangun generasi muda yang tidak hanya melek digital, tetapi juga matang secara finansial. Ia menilai Jogja Financial Festival 2026 bukan hanya berbicara mengenai ekonomi, investasi, dan literasi keuangan, melainkan menjadi ruang pertemuan gagasan dan harapan bagi generasi muda Indonesia.
“Tempat anak-anak muda belajar bahwa mengelola masa depan bukan hanya soal mencari manfaat finansial, tetapi juga membangun ketahanan, menguasai teknologi, memitigasi risiko, menjaga martabat, dan menciptakan peluang,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, baik bagi pemerintah, otoritas, pelaku ekonomi, maupun investor. Namun demikian, dengan adanya kolaborasi Anggito optimistis Indonesia tetap memiliki masa depan.
“Selama generasi muda mau berpikir cerdas menjaga integritas, memanfaatkan teknologi, menghargai budaya dan pola hidup, dan para pemimpin, Menteri Keuangan, Gubernur, Gubernur Bank Indonesia, OJK, pengusaha, LPS, terus menyalakan harapan yang nyata. Indonesia tidak akan pernah kehilangan masa depannya.,” ucapnya, menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....