Masih Rendah, Kesadaran Masyarakat Merawat Uang Rupiah
- 13 Mar 2026 20:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bank Indonesia terus mengkampanyekan gerakan cinta, bangga dan paham rupiah. Sebab, kesadaran masyarakat masih rendah, untuk menjaga uang kertas rupiah agar tetap layak edar sebagai alat pembayaran.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hermanto menyebut cara yang sangat mudah, untuk menjaga dan merawat uang kertas rupiah. Yaitu dengan menerapkan gerakan lima jangan.
”Jangan dilipat, jangan diremas, jangan distaples, jangan dibasahi, dan juga jangan dicoret-coret,” ucapnya, Jumat, 13 Maret 2026. ”Jika kelima hal ini dijalankan, maka kita bisa menambah usia atau masa edar uang kertas kita.”
Menurut Hermanto, menjaga dan merawat uang rupiah, perlu ditanamkan dengan kuat dalam diri masyarakat. Karena, selain sebagai alat pembayaran dalam kegiatan perekonomian, uang rupiah juga menjadi simbol kedaulatan bangsa.
”Itu adalah bentuk kita mencintai uang rupiah kita, yang kita mendapatkannya tidak mudah,” ucapnya. ”Kita harus kerja siang dan malam gitu kan ya, kita (BI) juga tidak mudah dan tidak murah saat mencetak uang kertas rupiah.”
Sedangkan gerakan paham rupiah, Hermanto mengaitkan hal itu, dengan bijak berbelanja sesuai kebutuhan. Terutama berbelanja produk-produk UMKM, sebagai bagian dari gerakan cinta produk-produk buatan dalam negeri.
”Selain itu, penting juga untuk menabung uang di bank maupun berinvestasi,” ucapnya. ”Hal ini bertujuan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.”