Tips Menghindari Gaya Konsumtif jelang Lebaran

  • 03 Mar 2026 12:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gaya hidup konsumtif masyarakat jelang lebaran sering menjadi ancaman. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini bisa membuat finansial goyah. Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta, Tiara Juniar Soewardi di Acara Dialog Jogja Menyapa, Selasa 3 Maret 2026, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol konsumsi masyarakat,diantaranya mengembalikan kepercayaan publik terhadap pasokan dan ketahanan pangan serta merubah pola konsumsi masyarakat agar tidak panic buying.

“Kalau bulan Ramadhan kita suka lapar mata, pengen beli a,b,c,d,e, padahal yang dimakan cuma satu dua, itulah yang mempengaruhi konsumsi dari masyarakat, dengan mengkonsumsi makanan yang segar, keinginan untuk menimbun makanan bisa dihindari”, ujarnya.

Dikutip dari laman www. idntimes.com , agar tetap bisa merayakan lebaran dengan tenang tanpa drama dompet kosong, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.

  1. Bedakan kebutuhan dan keinginan secara tegas

Menjelang Lebaran, hampir semua hal terasa penting untuk dibeli. Padahal, tidak semua yang terlihat menarik benar-benar dibutuhkan. Buatlah daftar prioritas dan tandai mana yang memang wajib, seperti kebutuhan makanan atau kewajiban keluarga. Sementara itu, barang yang sifatnya hanya ingin tampil lebih menarik bisa dipertimbangkan ulang. Dengan memilah secara sadar, sehingga bisa mengurangi pembelian impulsif yang sering kali disesali setelahnya.

2. Tentukan anggaran khusus lebaran

Tanpa anggaran yang jelas, pengeluaran mudah melebar ke mana-mana. Tentukan batas maksimal dana untuk kebutuhan Lebaran, termasuk THR yang akan diberikan, belanja bahan makanan, dan kebutuhan lainnya. Pastikan angka tersebut realistis sesuai kondisi finansialmu. Dengan memiliki batasan, kamu lebih terkontrol dan tidak mudah tergoda promo yang sebenarnya di luar rencana.

  1. Hindari belanja saat emosi tidak kendali

Belanja sering dijadikan pelarian saat stres atau lelah. Padahal, keputusan finansial yang diambil dalam kondisi emosional cenderung kurang rasional. Apalagi menjelang Lebaran, tekanan sosial dan ekspektasi keluarga bisa meningkat. Sebelum memutuskan membeli sesuatu, beri jeda waktu. Tanyakan kembali pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya dorongan sesaat.

4. Hindari sistem pembayaran digital

Pembayaran digital memang praktis, tetapi sering kali membuat pengeluaran terasa tidak nyata. Jika memungkinkan, gunakan metode yang membuatmu lebih sadar terhadap nominal yang keluar, seperti mencatat setiap transaksi. Dengan melihat total pengeluaran secara konkret, kamu akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan belanja berikutnya.

5. Evaluasi tujuan keuangan jangka panjang

Sebelum membeli sesuatu, ingat kembali tujuan finansialmu. Apakah kamu sedang menabung untuk dana darurat, investasi, atau rencana lain setelah Lebaran? Setiap keputusan belanja hari ini akan memengaruhi kondisi keuangan beberapa bulan ke depan.

Dengan mengingat tujuan jangka panjang, kamu lebih mudah menahan diri dari pembelian yang tidak mendesak. Lebaran tetap bisa dirayakan dengan hangat tanpa harus meninggalkan beban finansial setelahnya.

Untuk menikmati momen Lebaran tidak harus bergaya konsumtif, dengan pengelolaan yang bijak, kita bisa merayakan hari raya dengan lebih tenang, tanpa cemas memikirkan kondisi keuangan setelah lebaran.

Rekomendasi Berita