Peredaran Uang Tunai Berkurang Imbas Digitalisasi
- 22 Jan 2026 19:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pertumbuhan transaksi non tunai di Indonesia, terlihat cukup pesat. Pada tahun 2025, 92 persen masyarakat sudah melakukan transaksi keuangan secara digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo melihat dampak signifikan akibat situasi tersebut. Yaitu berkurangnya peredaran uang tunai di masyarakat.
Saat libur akhir tahun kemarin, uang kartal yang keluar dari Bank Indonesia Rp 1,34 Triliun. Jumlah itu lebih rendah 20 persen, dari periode yang sama tahun sebelumnya.
”Adopsi sistem pembayaran digital semakin luas, nggak harus bawa uang tunai,” katanya, Kamis 22 Januari 2026.
Di wilayah DIY, sebagian destinasi wisata sudah menerapkan pembayaran non tunai. Hal ini juga mempengaruhi masifnya pertumbuhan transaksi digital.
”Sekarang ini kalau kita jalan-jalan ke tempat wisata, rata-rata mereka sudah pakai QRIS,” ujarnya.
Sri Darmadi Sudibyo juga menyebut, layanan transaksi non tunai, menjadi kebutuhan di era digital ini. Sebab, layanan itu relatif mudah, cepat sekaligus praktis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....