Literasi Keuangan, OJK Soroti Ancaman Oversharing dan Scam
- 21 Okt 2025 12:11 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kegiatan "OJK dan LPS Mengajar" di SMA Negeri 3 Yogyakarta, pada Senin (20/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan bagi pelajar, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital yang diisi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumem OJK RI Friderica Widyasari Dewi dan Ketua LPS RI Anggito Abimanyu.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK RI, Dr. Friderica Widyasari Dewi menekankan, bahwa pelajar dan mahasiswa merupakan segmen prioritas dalam program literasi keuangan OJK.
Menurut Friderica, generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z, sangat rentan terhadap berbagai bahaya yang ditimbulkan dari paparan dunia digital.
"Anak-anak muda ini adalah generasi penerus bangsa yang akan menjadi motor penggerak ekonomi, terutama pada saat Indonesia Emas 2045. Mereka harus kita jaga dan edukasi," kata Friderica.
Friderica menjelaskan, OJK memiliki tugas untuk memberikan literasi kepada masyarakat dalam hal ini literasi keuangan, dan pelajar, mahasiswa, masuk dalam 10 segmen prioritas. Karena usia remaja merupakan usia yang sangat rentan terhadap berbagai bahaya yang terekspos dari dunia digital, baik itu oversharing data pribadi hingga scamming.
"Kita berikan literasi edukasi supaya mereka pertama terhindar dari berbagai scam dan bahaya di dunia digital. Kedua, mereka bisa mengelola keuangan dan menyiapkan masa depannya dengan lebih baik," ucap Friderica.
Kemandirian finansial diartikan sebagai kemampuan mengelola keuangan secara mandiri, menyiapkan masa depan dengan baik, dan tidak terjerat berbagai aktivitas keuangan ilegal atau perilaku yang tidak bertanggung jawab di sektor keuangan.
Disamping aktivitas ilegal, Friderica juga menekankan terkait produk-produk online seperti paylater yang harus menjadi perhatian baik bagi Generasi Milenial dan Generasi Z.
Kegiatan OJK dan LPS Mengajar ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara finansial dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
"Jangan sampai mereka over-indebtedness, artinya mereka berpola hidup konsumtif yang kemudian berbahaya buat masa depan mereka. Jangan sampai mereka berutang secara online, kemudian enggak bisa membayar dan akhirnya membahayakan untuk masa depan anak-anak," ujar Friderica.
Sementara itu, Plh Kepala Sekolah SMAN 3 Yogyakarta Soemaryoto mengungkapkan, literasi keuangan bagi para pelajar menjadi bagian terpenting untuk mengelola keuangannya, bahkan hingga saat ini dengan teknologi yang sangat mudah, maupun mengelola keuangan saat nantinya menapak pada jenjang berikutnya.
"Tentunya ini sangat bermanfaat sekali bagi anak-anak kami untuk memahami tentang literasi keuangan," kata Soemaryoto.
Kegiatan OJK dan LPS Mengajar ini yang sekaligus memeriahkan HUT ke-14 tahun OJK juga diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara finansial dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....