Hindari Impulsive Buying yang Menguras Dompet

  • 16 Sep 2025 15:12 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Impulsive buying merupakan keinginan untuk berbelanja suatu produk tanpa pertimbangan.

Impulsive buying bisa berefek negatif bagi pelakunya karena tidak didasari oleh logika melainkan emosi semata sehingga berpengaruh

pada kondisi finansial.

Dilansir dari sahabat.pegadaian.co.id penyebab Impulsive Buying:

1. Strategi Pemasaran yang menggiurkan.

2. Produk yang makin variatif dan menarik.

3. Faktor budaya seperti dorongan ekspresi diri, mengatasi stres , paparan media sosial, hingga kurangnya pertimbangan kolektif.

4. Faktor Kepribadian. Umumnya seseorang yang cenderung melakukan impulsive buying sangat memperhatikan status sosial dan gengsi

alias FOMO (Fear of Missing Out).

Cara Mengatasi Impulsive Buying

1. Menyusun Daftar Prioritas

Susunlah daftar prioritas terlebih dahulu dan pertimbangkan antara kebutuhan dan keinginan.

2. Memanfaatkan Promo dengan Cerdas

Membeli produk atau jasa dengan harga promo memang bisa menghemat pengeluaran dana, namun harus bijaksana memanfaatkannya.

3. Menetapkan Anggaran

Alokasikan dana untuk pengeluaran yang penting dan realistis. Managemen keuangan yang tepat dapat membuat aktivitas belanja

menjadi lebih nyaman.

4. Menetapkan Batasan Ketika Melakukan Self Reward

Tentukan waktu yang tepat melakukan self reward. Tetapkan batasan yang pasti agar tidak terjebak dalam kebiasaan impulsive buying.

5. Membatasi Akses E-Commerce

Kemudahan akses ke e-commerce dapat mendorong tindakan impulsif saat berbelanja. Cara mengatasi impulsive buying ini bisa

dilakukan dengan mulai membatasi aksesnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....