Ekonomi Melejit, Anggota DPRD ini Soroti Nasib Danais
- 10 Agt 2025 16:54 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Anggota DPRD DIY Raden Stevanus Christian Handoko menyambut baik laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2025. Ia berharap, Pemerintah Pusat tidak melakukan pemotongan anggaran, terutama untuk Dana Keistimewaan (Danais).
Stevanus mengatakan, berdasarkan laporan tersebut, DIY mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat impresif, mencapai 5,49% (year-on-year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Menurut Stevanus, data BPS ini menjadi indikator kuat bahwa perekonomian DIY berada di jalur yang sangat baik.
“Ini adalah kabar baik dan bukti nyata bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah Daerah DIY berhasil,” ujar Raden Stevanus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/8/2025).
Prestasi ini lanjut Stevanus, juga sejalan dengan ambisi pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5%.
Pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan II-2025 diketahui didorong oleh beberapa sektor utama, seperti konstruksi, pariwisata, dan industri pengolahan. Sektor-sektor ini menjadi tulang punggung yang berhasil menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
“DIY telah memberikan kontribusi signifikan untuk mencapai target nasional. Kinerja ekonomi yang membaik ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Raden Stevanus
Atas pencapaian ini, Stevanus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah DIY, mulai dari Gubernur, para Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga seluruh masyarakat yang telah bekerja keras. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Lebih lanjut, Dr. Raden Stevanus menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah pusat. Dengan kinerja yang sangat baik ini, ia berharap Pemerintah Pusat tidak melakukan pemotongan anggaran, terutama untuk Dana Keistimewaan (Danais).
“Kinerja ekonomi kami sangat baik, justru ini saatnya pemerintah pusat memberikan dukungan penuh. Jangan sampai akselerasi pembangunan di DIY terhambat karena pemotongan Danais. Danais adalah instrumen penting untuk menjaga keistimewaan DIY sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Stevanus.
Stevanus mengharapkan, pemerintah pusat melihat fakta ini sebagai alasan kuat untuk tidak mengurangi Danais.
"Dengan Danais yang utuh, kami yakin pembangunan infrastruktur, budaya, dan sosial di DIY dapat terus berjalan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada perekonomian nasional,” ujar Dr. Raden Stevanus, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....