Ekonomi DIY Tumbuh Solid di Tengah Gejolak Global

  • 30 Jun 2025 18:01 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar global, ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I tahun 2025 tercatat positif sebesar 5,11 persen (yoy), membuktikan efektivitas kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DIY (Kanwil DJPb DIY) Agung Yulianta menegaskan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan krusial sebagai instrumen countercyclical atau penyeimbang.

"APBN terus dikelola secara hati-hati namun ekspansif sebagai instrumen countercyclical guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional hingga regional di tengah ketidakpastian global," ujar Agung dalam siaran pers Kamis (26/6/2025).

Hingga akhir Mei 2025, realisasi Belanja Negara di DIY mencapai Rp7,26 triliun. Meskipun beberapa belanja mengalami kontraksi, utamanya pada Belanja Barang dan Belanja Modal, Agung Yulianta menekankan bahwa peran Belanja Negara terus dioptimalkan.

"Belanja Negara terus dioptimalkan perannya dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung program prioritas pemerintah," ucap Agung.

Secara spesifik, Belanja Pegawai dan Belanja Bantuan Sosial pada Belanja Pemerintah Pusat (BPP) konsisten menjadi pendorong utama. Relaksasi blokir efisiensi dan penjadwalan termin kontrak belanja modal pada semester II diharapkan akan semakin menggenjot realisasi belanja di sisa tahun ini.

Dari sisi Pendapatan Negara, hingga Mei 2025 tercatat sebesar Rp3,85 triliun, atau 36,93 persen dari target. Penerimaan Pajak menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp2,67 triliun, di mana PPh, PPN, dan Cukai menjadi penyumbang utama masing-masing 53,64 persen, 28,47 persen, dan 12,53 persen.

Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,70 persen. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 17,26 persen (yoy), khususnya dari Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit dan Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan.

"Kinerja APBN hingga 31 Mei 2025 tetap solid dan terjaga," ujar Agung Yulianta, mengakhiri. (Yan/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....