Kunci Sukses Bisnis di Era Kecerdasan Artificial

  • 27 Agt 2026 21:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai, kecanggihan kecerdasan artificial (AI), belum cukup untuk memenangkan persaingan usaha. Karena yang paling penting dalam bisnis adalah kepercayaan.

Sri Sultan menyampaikan hal itu, saat membuka Festival Pemasaran Jogja ke-14, yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Yogyakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Penggunaan AI dalam pemasaran, harus tetap berpegang pada nilai kemanusiaan.

”AI mampu membaca perilaku konsumen, memperkirakan kebutuhan, menyusun pesan, hingga memberikan rekomendasi,” katanya. ”Namun, hal ini tetap mengandung risiko, karena AI memperlakukan konsumen hanya sebagai umpulan data.”

Setidaknya menurut Sultan, terdapat empat hal yang perlu menjadi perhatian. Yaitu personalisasi tanpa penyusupan, persuasi tanpa manipulasi, otomasi dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab, serta keterbukaan.

Teknologi tetap dapat digunakan untuk mengenali kebutuhan konsumen, tetapi jangan sampai menghilangkan batas antara pelayanan dan pengawasan. Dan algoritma, jangan dimanfaatkan hanya untum mendorong terjadinya transaksi.

Sri Sultan menegaskan penggunaan teknologi tidak menghapus tanggung jawab manusia atas keputusan yang dihasilkan. Maka, para pengusaha harus melihat nilai dalam budaya Jawa, yaitu Tuna Satak, Bathi Sanak.

”Nilai ini mengajarkan kesediaan mengorbankan sebagian keuntungan material demi sesuatu yang lebih bernilai,” katanya. ”Di antaranya adalah hubungan baik, kepercayaan, dan persaudaraan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....