Dorong Minat Petani Muda lewat Budidaya Melon Premium di SMKN 1 Pandak
- 11 Mei 2026 19:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Di era perkembangan teknologi saat ini, sektor pertanian dituntut untuk beradaptasi sehingga dapat menarik minat generasi muda. Implementasi teknologi di bidang pertanian, menjadi faktor krusial untuk regenerasi petani.
Langkah ini lah yang turut dilakukan oleh SMKN 1 Pandak Kabupaten Bantul dengan mengembangkan budidaya melon premium melalui sistem hidroponik. Upaya ini pun mendapat respons positif dari para peserta didik.
Guru pendamping pertanian SMKN 1 Pandak, Shodik Manunggal mengatakan, penerapan pertanian modern ini bertujuan untuk memotivasi siswa menjadi petani muda. Dengan lokasi tanam di dalam green house (rumah kaca), para siswa tidak perlu lagi khawatir terkena panas dan kotoran.
“Kalau di sawah itu kan panas dan kotor. Anak-anak sekarang cenderung tidak mau kalau terkena lumpur di sawah. Maka ini menjadi cara kami untuk memotivasi anak-anak untuk menjadi petani muda,” ucapnya, Senin, 11 Mei 2026.
Hingga kini, puluhan siswa telah ikut ambil bagian dari proses pembibitan hingga panen. Praktik berkebun ini pun dilaksanakan tanpa mengganggu kegiatan belajar siswa.
“Yang iku di sini sudah ada sekitar 20 orang. Jadi pengerjaan kebun melon ini pagi sampai siang. Kalau kegiatan berkebun sudah selesai, mereka kembali ke kelas untuk proses belajar seperti biasa. Kalau sudah tanam, nanti sistemnya piket per hari ada empat orang,” katanya.
Salah satu siswa dari jurusan agrobisnis pertanian, Manda Tasya, mengaku sangat bangga bisa melakukan aktivitas budidaya melon secara langsung. Ia pun terlihat antusias saat menjelaskan karakteristik dari melon premium berjenis Golden Kirin dan Sweet Hami.
“Golden Kirin kulitnya berwarna oranye, dagingnya lebih tebal, dan airnya lebih banyak. Kalau Sweet Hami itu kulitnya hijau, dagingnya lebih renyah, dan dalamnya berwarna oranye seperti ikan salmon. Untuk kada kemanisan hampir sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, budidaya melon premium ini dimulai sejak tahun 2024 dan sudah berhasil panen sebanyak delapan kali. Hasil panen kebun tersebut dijual dengan harga 40 ribu rupiah per kilogramnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....