Ekspor DIY Tumbuh Tipis

  • 09 Mei 2026 15:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Nilai Ekspor DIY triwulan I 2026 mencapai US$ 137,97 juta, atau tumbuh tipis 0,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumya. Komoditas ekspor berasal dari industri pengolahan, dengan kontribusi lebih dari 99 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Endang Tri Wahyuningsih menyebut produk pakaian dan aksesori bukan rajutan, masih jadi komoditas ekspor yang dominan. Dari total ekspor, kontribusi produk tersebut sebesar 34,67 persen.

”Pakaian rajutan serta barang dari kulit samak, juga menjadi komoditas unggulan penopang ekspor,” katanya, Sabtu, 9 Mei 2026. ”Negara tujuan ekspor DIY didominasi Amerika Serikat, Jerman, dan Australia, dengan total pangsa mencapai 62,37 persen.

Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor, dengan nilai ekspor sebesar US$64,64 juta. Sedangkan dari sisi impor DIY pada bulan Maret 2026 tercatat sebesar US$9,29 juta, atau turun signifikan sebesar 36,34 persen dibandingkan Maret 2025.

Penurunan ini akibat berkurangnya impor bahan baku dan penolong, sebagai komponen terbesar. Secara kumulatif, nilai impor Januari–Maret 2026 sebesar US$38,01 juta atau turun 20,77 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

”Sebagian besar impor DIY masih berupa bahan baku dan penolong dengan kontribusi 89,10 persen,” katanya. ”Ini menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung industri di daerah.”

Produk impor DIY berasal dari sejumlah negara, seperti Tiongkok, Hong Kong, dan Amerika Serikat, yang menyumbang hampir 70 persen dari total impor. Komoditas impor utama didominasi oleh kain rajutan serta berbagai bahan tekstil lainnya.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan DIY Triwulan I 2026 mengalami surplus US$99,96 juta. Atau meningkat US$10,79 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri tetap solid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....