Uji Coba B50 di Kereta Api Tunjukkan Performa Positif, Ini Manfaatnya

  • 28 Apr 2026 15:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel B50 pada sektor perkeretaapian menunjukkan hasil awal yang positif. Hal itu disampaikan Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.

Performa yang baik, kata Feni, memberikan optimisme terhadap kesiapan implementasi B50 secara lebih luas di sektor transportasi, khususnya perkeretaapian. Ia menambahkan bahwa Daop 6 Yogyakarta siap mendukung penuh pelaksanaan uji coba tersebut termasuk dalam aspek operasional dan pemantauan di lapangan.

“Daop 6 berkomitmen untuk mendukung implementasi program B50 melalui penyediaan sarana uji, pengawasan operasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan kereta api,” ujar Feni, Senin, 27 April 2026.

Adapun pengujian dilakukan dalam kondisi operasional nyata untuk memastikan kesiapan implementasi secara nasional. Direktur Pengelolaan Sarana dan Prasarana PT Kereta Api Indonesia, Heru Kuswanto, menjelaskan uji coba dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan.

“Uji coba penggunaan B50 pada lokomotif dan genset kereta api dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kinerja operasional. Kami memastikan bahwa setiap tahapan pengujian berbasis data dan dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” ucap Heru.

Dalam skema pengujian, genset diuji hingga sekitar 2.400 jam pada lintas Jakarta–Yogyakarta, sementara lokomotif diuji selama kurang lebih enam bulan pada lintas Jakarta–Surabaya.

Bahan bakar biodiesel B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar solar dan 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati. Penggunaan bahan bakar ini diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik.

Pada 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan kereta api jarak jauh secara nasional mencatat emisi karbon sebesar 127,3 ribu ton CO₂e dari 47,4 juta pelanggan. Implementasi B50 diharapkan dapat semakin menurunkan angka tersebut.

Selain mendukung keberlanjutan lingkungan, penggunaan B50 juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi seperti penghematan devisa negara dan penciptaan lapangan kerja. PT KAI pun menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan operasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan uji coba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....