Ekspor Salak Pondoh Tembus 650 Ribu Ton

  • 27 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Volume ekspor Salak Pondoh DIY sempat anjlok di masa Pandemi Covid-19. Paguyuban Petani Salak Mitra Turindo, hanya mampu mengekspor 155,431 ton pada tahun 2020, turun drastis dibandingkan capaian tahun 2019, yang volumenya menyentuh angka 623,390 ton.

Direktur CV Mitra Turindo, Suroto menceritakan fase pemulihan pada periode September 2020, hingga April 2021. Ia berhasil mengirim 80.765 ton Salak Pondoh ke Tiongkok, yang dikirim menggunakan sarana transportasi udara.

Suroto juga memastikan, komoditas yang dikirim sudah diseleksi secara ketat, dan secara khusus dipasok dari kebun yang telah teregistrasi serta diakui oleh otoritas di negara tujuan. Selain itu, ekspor via jalur laut menuju Kamboja juga dilakukan.

”Untuk ke Kamboja, total pengiriman saat itu mencapai 136.926 ton dari kebun-kebun Salak Pondoh yang sudah teregister,” ucapnya. ”Sejak itu, volume ekspor tumbuh positif.”

Pada tahun 2021 volume ekspor sebanyak 324,130 ton, kemudian meningkat sebesar 331.117 ton pada 2022. Lalu di tahun 2023 melonjak lagi mencapai 373.474 ton, hingga tembus 423.554 ton pada tahun 2024 dan pada 2025 melonjak 650 ribu ton.

Saat ini, CV Mitra Turindo juga telah menyasar ekspor Salak Pondoh ke Timor Leste dan kawasan Timur-Tengah. Capaian ini menurut Suroto menjadi bukti nyata, tingginya daya saing Salak Pondoh sebagai komoditas unggulan lokal Sleman.

Kapasitas operasional juga terbilang sangat massif, dengan intensitas pengiriman rata-rata mencapai 15 hingga 16 kali per bulan. Sekali pengiriman, CV Mitra Turindo ini dapat mendistribusikan antara 5 hingga 7 ton menggunakan pesawat udara.

”Atau sanggup memuat hingga 15 ton jika menggunakan armada kapal laut,” katanya. ”Untuk nilai transaksinya, bisa mencapai kisaran Rp 1-1,5 Miliar setiap bulannya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....