Strategi 3Go, Cara Wawali Yogyakarta Wujudkan Pengusaha Berkelas
- 07 Feb 2026 12:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Digitalisasi bisnis pada era teknologi saat ini harus menjadi dasar bagi setiap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menjadi seorang pengusaha/wirausaha atau enterpreneur harus mampu membuat lompatan tidak hanya sekadar wawasan.
Hal ini ditegaskan Wakil Wali kota Yogyakarta, Wawan Harmawan dalam Pelatihan Entrepreneurship Ikatan Alumni (IA) UPN Veteran Yogyakarta bertema 'Level Up Bisnis di Marketplace', Kamis, 5 Februari 2026. Menurutnya, pelaku usaha perlu menerapkan strategi 3Go, yakni Go Modern, Go Digital, dan Go Online.
Strategi 3Go ini dijelaskan Wawan, agar bisnis dikelola secara lebih profesional, mampu memanfaatkan teknologi, serta memperluas jangkauan pasar melalui platform digital. Ia menekankan, upaya level up atau scale up bisnis saat ini, harus berfokus pada digitalisasi guna meningkatkan efisiensi, inovasi, serta profit atau manfaat usaha.
"Digitalisasi bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. UMKM harus siap naik kelas dengan manajemen yang rapi, pemasaran yang kuat, dan pemanfaatan marketplace secara cerdas," katanya.
Memiliki latar belakang seorang pengusaha, Wawan juga menyoroti pentingnya capacity building yang sistematis, berbasis riset tren pasar, termasuk penguatan internal dan eksternal UMKM, serta strategi pemasaran yang komprehensif. Ia kepada mahasiswa dan entrepreneur muda berpesan, agar pelatihan ini dimanfaatkan sebagai titik lompatan, bukan sekedar menambah wawasan.
Kepada para calon enterpreneur Wawan juga mendorong untuk mengadopsi prinsip-prinsip dasar kewirausahaan seperti disiplin pembukuan, manajemen kas yang sehat, branding yang kuat, standar pengemasan, serta keberanian bereksperimen di pasar digital. Termasuk membangun jejaring yang lebih luas untuk nantinya dapat bersaing tidak hanya di dalam negeri, namun diharapkan bisa menembus persaingan global.
"Gunakan marketplace bukan hanya untuk menjual produk, tetapi untuk membangun cerita merek, pengalaman pelanggan, dan ekosistem mitra. Jadilah pelaku usaha yang produktif, beretika, berdaya saing global, namun tetap berakar pada identitas budaya Yogyakarta," ujarnya.
Alumni UPN Veteran ini juga mengungkapkan, modal utama wirausaha bukanlah sekadar uang, melainkan mental yang kuat dan kesiapan menghadapi risiko. Ia mengingatkan agar pelaku usaha, khususnya pemula dan pensiunan, tidak menempatkan seluruh modal dalam satu usaha, serta berani belajar dari kegagalan sebagai bagian dari proses.
“Kami juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam kegiatan ini, termasuk Rumah BUMN dan Kampus UMKM Shopee Jogja, yang dinilai penting untuk membuka akses wirausaha muda terhadap jaringan nasional, inkubasi bisnis, serta peluang kemitraan yang lebih luas,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si, menyampaikan, pihak kampus menyambut baik pelatihan ini sebagai bagian dari upaya mencetak wirausahawan tangguh. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kegiatan pelatihan, baik dalam menciptakan wirausaha baru, meningkatkan omzet, maupun memperluas penyerapan tenaga kerja.
"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kewirausahaan. Kami berharap kegiatan seperti ini terintegrasi dengan kurikulum dan mampu memberi dampak nyata bagi peserta,” ujarnya.
Prof. Mohamad Irhas Effendi mengharapkan, melalui pelatihan ini menjadi wujud kolaborasi antara Ikatan Alumni UPN Veteran Yogyakarta, dunia usaha, dan platform digital, dalam mendorong UMKM dan wirausaha muda untuk naik kelas dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....