Rakerda XVI HIPMI DIY Fokus Kolaborasi dan Dampaknya

  • 06 Feb 2026 17:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rakerda XVI, Jumat, 6 Februari 2026. Mengusung tema 'Pengusaha Muda, Energi Bangsa & Masa Depan Indonesia', Rakerda ini menjadi upaya HIPMI DIY untuk membentuk program yang mampu bersinergi dengan pemerintah dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Umum BPD HIPMI DIY Ekawati Rahayu Putri mengatakan, Rakerda XVI HIPMI DIY bukan sekadar untuk menyusun program saja, tetapi menjadi momen penting untuk menyatukan arah dan persepsi dari HIPMI DIY. Menurutnya, rakerda ini tidak hanya dari lingkup Yogyakarta, namun mendatangkan narasumber dan pengusaha dari luar Yogyakarta termasuk Jakarta.

"Kami ingin hadir sebagai mitra strategis pembangunan daerah sekaligus menjadi rumah bagi pengusaha muda untuk tumbuh dan berkembang bersama. Ke depan HIPMI DIY harus semakin kolaboratif, adaptif dan solutif," katanya, dalam pembukaan Rakerda XVI HPMI DIY, di Jogja Expo Center, Jumat, 6 Februari 2026.

Ekawati Rahayu menyebutkan, HIPMI DIY ke depannya tidak hanya berbicara mengenai peluang, tetapi juga membuka akses pengusaha muda di daerah untuk naik kelas. Bukan hanya kumpulan pengusaha saja, tapi menjadi ekosistem yang saling menguatkan satu sama lainnya. 

"HIPMI DIY tidak ingin besar hanya di forum, tapi berdampak di lapangan, tidak hanya dekat dengan pemerintah, tapi relevan dengan masyarakat. Forum ini untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan memperkuat kolaborasi," ucapnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad mendorong, agar HIPMI DIY memiliki kemampuan organisasi untuk merasakan perubahan, menangkap peluang, dan mentransformasi diri. Bukan sekadar berdagang, tetapi membaca masa depan lebih awal dan berani mengambil keputusan lebih cepat. 

Karakteristik ekonomi di DIY memiliki kekhasan yang tidak bertumpu pada ekstraksi sumber daya alam, namun pada pengetahuan, kreativitas, dan jejaring komunitas. Kekuatannya lahir dari kampus, laboratorium, studi kreatif, UMKM, serta usaha kecil yang tersebar di kampung-kampung. Sultan menegaskan, keberhasilan pembangunan kewirausahaan daerah, sangat ditentukan oleh enterpreneur ekosistem

"Dapat diketahui bahwa kegagalan inovasi jarang disebabkan oleh teknologi melainkan oleh ketidakmampuan kepemimpinan dalam menata ulang proses kerja, budaya dan kompetensi manusia. Dengan kata lain, transformasi masih selalu dimulai dari kepekaan terhadap dinamika," katanya.

Sementara Bendahara Umum BPP HIPMI Reynaldo Bryan menyampaikan, pariwisata sebagai tulang punggung (back bone) ekonomi DIY harus mampu ditangkap HIPMI DIY. Sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi hingga pembangunan di Kota Wisata ini.

Di samping itu HIPMI DIY juga harus mampu mengambil peran dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pertanian melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta teknologi. Hal ini bisa diambil DIY, karena banyak SDM unggul dari Kota Pendidikan yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya.

"Inovatif di bidang teknologi ini sangat-sangat menjadikan peluang yang bisa membawa teman-teman ini menjadi pengusaha yang tadinya pengusaha kelas menengah bisa menjadi pengusaha besar yang UMKM juga bisa menjadi pengusaha kelas menengah. Jadi, saya rasa ketika backbone atau tulang punggung kita menggunakan teknologi, apapun bidangnya yang tadi disampaikan Pak Gubernur, mulai dari pariwisata, mulai dari pertanian atau apapun itu, saya rasa ini merupakan satu peluang yang sangat besar untuk teman-teman di DIY ambil untuk bisa menjadikan satu bisnis ataupun satu peluang yang bisa membawa BPD HIPMI Yogyakarta ini bisa memberikan kontribusi yang baik kepada pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta," ucapnya.

Melalui Rakerda HIPMI DIY ini Reynaldo juga berharap, mampu menghasilkan program yang bisa membuat UMKM naik kelas, karena sebagian besar anggota HIPMI merupakan UMKM. Dengan pemajuan UMKM juga bisa membuka peluang lapangan kerja dan mendukung program pemerintah dalam mengatasi pengangguran, khususnya di DIY.

Dalam Rakerda XVI HIPMI DIY ini, ada 55 tenant untuk exhibition dan lowongan pekerjaan. Termasuk mini talkshow dengan mendatangkan tokoh-tokoh dari pemerintah dari pengusaha Yogyakarta dan pengurus pusat di HIPMI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....