Ekonomi Berkelanjutan, Bank BPD DIY Tanam Mangrove di Temon

  • 17 Des 2025 18:54 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Kulon Progo: Dalam rangka memperingati HUT ke-64, Bank BPD DIY melakukan penanaman Bibit mangrove serentak di Kawasan Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Jangkaran, Temon, Kulon Progo, Rabu (17/12/2025). Selain itu juga diserahkan bantuan bantuan CSR berupa kendaraan roda tiga senilai Rp56.000.000. Bantuan ini ditujukan untuk optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) bagi Bank Sampah PKK Karangwuni dan Pokdarwis Mlarangan Asri, Bugel. Tema yang diusung adalah "Hijaukan Lingkungan Wujudkan Budaya Kerja Istimewa".

Bantuan yang diberikan tersebut merupakan bentuk komitmen Bank BPD DIY terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sepanjang tahun 2025 ini, total penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY mencapai Rp1.021.762.000.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan, pihaknya menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) secara simbolis di wilayah Kulon Progo sebagai bagian dari strategi ekonomi berkelanjutan.

Sebagai langkah nyata mitigasi perubahan iklim, jelas Santoso Rohmad, Bank BPD DIY menyalurkan bantuan penanaman Mangrove yang difungsikan untuk mencegah abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain itu, dukungan terhadap sektor pariwisata dan operasional masyarakat juga diwujudkan melalui bantuan kendaraan roda tiga.

Santoso Rohmad menuturkan, sektor perbankan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian alam melalui sistem ekonomi berkelanjutan (Sustainability Economy). Saat ini perbankan didorong untuk meninggalkan praktik pembiayaan pada sektor usaha yang merusak lingkungan.

"Bank dilarang membiayai usaha yang merusak lingkungan. Kami justru harus mendukung usaha-usaha yang bersifat memperbaiki lingkungan. Ada risiko finansial bagi lembaga keuangan yang mengabaikan prinsip ini, termasuk potensi penurunan harga saham jika diketahui mendanai perusak lingkungan. Jadi kami mengajak generasi milenial untuk lebih proaktif dan peduli terhadap isu-isu lingkungan masa depan," ujar Santoso Rohmad, didampingi Pemimpin Bank BPD DIY Cabang Wates, Nur Afan Dwi Saputro.

Selain fokus pada lingkungan, lanjut Santoso Rohmad juga menyampaikan kekagumannya atas etos kerja dan potensi ekonomi warga Kulon Progo. Kesuksesan panen cabai yang mampu menghasilkan nilai transaksi harian mencapai Rp800 juta menjadi salah satu contoh. Tak hanya itu, potensi agrowisata durian di wilayah utara Kulon Progo juga sangat menjanjikan karena mampu menarik minat wisatawan.

Melalui bantuan sosial yang diberikan, ia berharap adanya keberlanjutan. Tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi "amal jariyah" bagi semua pihak yang terlibat.

"Selama pohon-pohon tersebut terus tumbuh dan menghasilkan oksigen bagi kehidupan, maka manfaatnya akan terus mengalir bagi masyarakat luas," ujarnya.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengapresiasi bentuk bantuan yang disalurkan oleh Bank BPD DIY. Adapun bantuan yang diberikan meliputi, Armada Motor Roda Tiga, Bibit Kopi, Bibit Mangrove dan Alat Transaksi Digital.

Agung menekankan pentingnya bantuan motor roda tiga untuk memastikan kebersihan kawasan pesisir terjaga dengan baik melalui pengelolaan sampah yang terintegrasi. Begitu juga dengan kawasan mangrove yang menurutnya, memiliki nilai strategis sebagai pelindung lingkungan, penghasil oksigen, penyerap karbon, sekaligus menjadi daya tarik wisata unggulan yang berdampak pada ekonomi lokal.

"Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal agar manfaatnya berkelanjutan dan tidak dialih-tangankan," ujar Bupati.

Agung berharap, Bank BPD DIY dapat terus tumbuh dan berkembang serta semakin jaya. Dengan pertumbuhan yang sangat baik, diharapkan peran Bank BPD DIY semakin nyata dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Kulon Progo. (har/rini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....