Bengkel Bolo Dewe Bertahan Puluhan Tahun Layani Warga
- 17 Des 2025 15:09 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Bengkel tambal ban dan jual ban Bolo Dewe menjadi salah satu usaha kecil yang mampu bertahan lintas generasi. Bengkel milik Sudi ini telah beroperasi sejak tahun 1980 dan hingga kini masih melayani kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Yogyakarta.
Sudi menjelaskan, Bengkel Bolo Dewe awalnya berdiri di kawasan Kota Baru pada tahun 1980. Seiring waktu dan perubahan kondisi lalu lintas, bengkel tersebut kemudian pindah lokasi ke Jalan Kaliurang pada tahun 2000. Kepindahan ini dilakukan demi kemudahan akses bagi pelanggan yang semakin sulit menjangkau lokasi lama akibat rekayasa lalu lintas.
“Dulu jalannya bebas, kendaraan gampang masuk. Sekarang sudah banyak pembatas, mobil mau belok saja susah,” ujar Sudi mengenang kondisi Kotabaru pada era 1980-an hingga awal 1990-an. Menurutnya, perubahan jalur satu arah dan pembatas jalan menjadi pertimbangan utama untuk keluar dari kawasan tersebut.
Dalam operasional sehari-hari, Bengkel Bolo Dewe mulai buka sekitar pukul 07.00 WIB dan biasanya tutup sekitar pukul 17.00 WIB, namun bisa lebih lama jika masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Fleksibilitas ini menjadi salah satu ciri usaha kecil yang mengandalkan kepercayaan pelanggan.
Bengkel Bolo Dewe melayani penjualan ban serta jasa vulkanisir atau tambal ban. Sudi menyebutkan, keuntungan lebih banyak diperoleh dari penjualan ban dibandingkan jasa tambal. Ban yang dijual umumnya merupakan ban bekas yang masih layak pakai dan sebagian telah melalui proses vulkanisir.
Pelanggan bengkel ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga warga sekitar. “Nggak mesti, siapa saja,” kata Sudi. Untuk harga, tambal ban motor dipatok sekitar Rp15.000, sementara harga ban mobil menyesuaikan dengan tipe dan ukuran yang dibutuhkan.
Meski telah puluhan tahun menjalani usaha, Sudi tetap menjalani pekerjaannya dengan sederhana. Dengan tiga orang anak dan pengalaman panjang di dunia perbengkelan, Bengkel Bolo Dewe menjadi saksi hidup perubahan kota, sekaligus bukti ketekunan pelaku usaha kecil yang terus beradaptasi demi melayani masyarakat. (han/aan/rini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....