Nilai Ekspor DIY Didominasi Produk Pakaian Jadi
- 24 Agt 2024 11:54 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti menyebutkan, pada tahun ini sampai dengan bulan Juni 2024, nilai ekspor DIY mencapai 246,03 Juta US$. Nilai ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada kurun waktu yang sama, dimana nilai ekspor DIY sampai dengan bulan Juni 2023 senilai 232,6 Juta US$.
Hal tersebut menjadi pemicu dan optimisme DIY untuk bisa lebih meningkatkan lagi nilai ekspor DIY pada tahun 2024 ini. Ekspor DIY selama beberapa tahun ini juga masih didominasi oleh pakaian jadi bukan rajutan, perabot dan penerangan rumah, barang dari kulit, anyaman dan juga rajutan. Tujuan utama ekspor masih ke negara-negara di Amerika, Jepang, Jerman, Australia dan Belanda.
“Dari data ekspor yang kami sampaikan, produk pakaian jadi masih menempati urutan teratas. Ini berarti bahwa ekspor produk pakaian jadi masih sangat diminati dan memiliki prospek yang sangat baik ke depannya. Untuk itu, Pemerintah Daerah DIY terus berupaya untuk memajukan pelaku usaha fashion di Yogyakarta ini guna mendukung terwujudnya Jogja sebagai Pusat Fashion Dunia dan untuk meningkatkan ekspor produk fashion DIY ke mancanegara,” kata Syam saat gelaran Jogja Fashion Week (JFW), Kamis (22/08) sore di Jogja Expo Center (JEC).
Dikatakan Syam, gelaran JFW kali ini merupakan juga salah satu upaya Disperindag DIY untuk mewujudkan Jogja sebagai Pusat Fashion Dunia dengan memfasilitasi brand-brand unggulan, desainer, dan pelaku usaha di bidang fashion di DIY. JFW tahun 2024 ini adalah penyelenggaraan ke-19 kalinya yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 22 -25 Agustus 2024 di JEC dan dapat dikunjungi mulai pukul 10.00 – 21.00 WIB.
Syam memaparkan, beberapa program dan kegiatan yang ditampilkan di JFW 2024 meliputi Fashion Show sebanyak 10 kali, diikuti oleh 147 designer, 975 fashion mode, dan 116 model; Fashion Exhibition bertempat di Hall B yang diikuti oleh 92 booth IKM, 3 booth island, dan 48 booth fashion designer serta 25 IKM mandiri kolaborasi kementerian, asosiasi dan swasta; dan Jogja Fashion Competition yang diikuti oleh 76 peserta dari berbagai penjuru wilayah Indonesia.
Adapula Emerging Designer Bootcamp & Pengembangan Jejaring Fashion seperti workshop batik khas Jogja, workshop accessories, workshop kerajinan perak, kemitraan dengan desainer Jogja, kolaborasi dengan Victoria State, Kedutaan Besar Australia, Kementerian Luar Negeri, Pemda DIY, Dekranas DIY dan KADIN DIY.
“Jogja menuju pusat Fashion Dunia bukan hanya tentang bersaing dengan kota-kota lain, tetapi tentang membangun identitasnya sendiri di panggung fashion global. Dengan menggabungkan warisan budaya yang kaya dengan keahlian lokal dan inovasi, Jogja siap untuk memukau dunia dengan craft fashionnya yang unik dan inspiratif. Diharapkan gelaran Jogja Fashion Week 2024 kali ini merupakan batu loncatan menuju Jogja Pusat Fashion Dunia,” ujar Syam. (Wulan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....