Batik Kauman dan SSF, Kompak Angkat Kearifan Lokal
- 07 Okt 2025 14:19 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Surakarta: Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Sorghum Sejahtera Foundation (SSF) bekerja sama dengan Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta menggelar pameran batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 Oktober 2025 ini menjadi wadah sinergi budaya antara dunia batik dan pertanian lokal. Melalui kegiatan ini, SSF dan Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta berupaya memperkuat nilai kemandirian ekonomi serta pelestarian kearifan lokal.
Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman, Gunawan Setyawan, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan karya batik yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Ia menambahkan, minat wisatawan terhadap proses membatik sangat tinggi, dengan sekitar 70 persen pengunjung datang untuk belajar langsung teknik batik tulis.
“Yang kemarin karena belum bisa tertimati karena faktor harga, sekarang mungkin bisa diantisipasi dengan bikin batik tulis dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan, kolaborasi antara SSF dan Kampung Batik Kauman merupakan bentuk promosi bersama antara produk batik dan pangan lokal. Ia berharap kegiatan ini bisa memperkuat posisi Kauman sebagai pusat wisata budaya yang mengedepankan sinergi antara tradisi dan inovasi.
“Sorgum mempromosikan sekalian dengan hari batik di tanggal dua, dan kami yang batik juga terbantu promosi sorgum. Jadi ini kolaborasi sandang dan pangan,” katanya.
Pembina SSF, Boy Muhammad Rifai, menjelaskan bahwa sorgum memiliki nilai ekologis dan historis yang tinggi. Sorghum merupakan tanaman yang telah ada sejak zaman Nabi Yusuf dan menjadi simbol ketahanan hidup.
“Sorghum ini memang kodratul, bisa hidup, ditanam di tempat-tempat yang selain lahan sawah. Saya justru kurang merekomendasi untuk menanam di lahan sawah. Tanaman yang bisa memberi kehidupan dan hidup di tujuh musim kemarau, satu-satunya adalah sorghum,” ujar Boy.
Gunawan menegaskan pentingnya kegiatan budaya dan kolaborasi lintas sektor sebagai pemantik semangat masyarakat.
“Kita ingin bangkit secara ekonomi supaya masyarakat juga terhibur dengan kegiatan budaya seperti batik dan sorgum, sehingga imun masyarakat naik dan semangat menghadapi kondisi perekonomian,” kata Gunawan.
Kolaborasi SSF dan Kampung Batik Kauman menjadi wujud konkret upaya membangkitkan potensi lokal dengan semangat kebersamaan dan pelestarian warisan budaya Indonesia. (surya/han)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....