Layang-Layang Raksasa Terbang di Langit Sendangmulyo Minggir

  • 04 Okt 2025 15:52 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Puluhan layang-layang berukuran besar terbang di langit Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Sabtu (4/10/2025). Ini merupakan bagian dari event Sleman Kite Festival atau festival layang-layang dalam rangka hari ulang tahun ke-78 Kelurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman.

Sleman Kite Festival dimeriahkan oleh para pelayang yang tergabung dalam komunitas Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kabupaten Sleman yang bergerak di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi). Layang-layang hadir dari berbagai daerah. Mulai dari Yogyakarta, Kalimantan, hingga Bali.

Menariknya, ada pula layang-layang yang dihadirkan langsung dari luar negeri seperti Malaysia, Swedia, Jepang, Singapura, Hongkong, dan berbagai negara lainnya. Ada layang-layang berbentuk kesenian ukiran khas Bali, layang-layang berbentuk ikan pari dengan ekor yang panjang, hingga bentuk kartun dua dimensi.

Salah satu pelayang asal Bali, Eka mengaku antusias mengikuti Sleman Kite Festival. Ini menjadi gelaran Festival Layang-Layang pertama yang dia ikuti di Sleman setelah sebelumnya kerap mengikuti event di wilayah Parangkusumo. Dia mengaku ada belasan layang-layang yang dia bawa langsung dari Bali. Didominasi oleh layang-layang yang menggambarkan tradisi Bebean khas Bali, layang-layang Celepuk, dan beberapa layang-layang dengan ekor panjang.

“Kami ingin ikut meramaikan Sleman Kite Festival. Apalagi kegiatan ini berskala internasional dengan menghadirkan para pelayang dari luar negeri juga,” ujar Eka saat ditemui di Lapangan Tiban, Minggir, Sleman, Sabtu (4/10/2025).

Eka mengaku sudah menggemari permainan layang-layang ini sejak lama. Tak hanya terbang di Indonesia saja, layang-layang buatannya bahkan sempat mengudara di luar negeri seperti di Perancis dan juga Denmark. Eka mengaku tidak hanya memainkan layang-layang sebagai hobi. Kegemarannya bermain layang-layang ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Bali.

“Di Bali ada kebiasaan saat panen padi ada juga yang bermain layang-layang, saya ingin melestarikan tradisi ini,” ucapnya.

Salah satu pengunjung asal Kota Yogyakarta, Wijaya menuturkan baru pertama kali menyaksikan Festival Layang-Layang. Dia mengaku terkesan dengan berbagai bentuk layang-layang yang diterbangkan di Lapangan Tiban. Menurutnya, ini merupakan momen yang langka sekaligus menjadi hiburan gratis bagi masyarakat.

“Jujur, terkesan dengan layang-layang nya karena bentuknya besar, ekornya sangat panjang, dan sangat indah saat terbang di langit. Harapannya kegiatan seperti ini bisa sering dilaksanakan sehingga bisa menjadi tontonan yang menghibur bagi masyarakat,” katanya. (karin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....