Cuaca Yogyakarta Kian Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG

  • 06 Feb 2025 11:39 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ini terasa panas. Warga mengeluhkan sinar matahari cukup menyengat kulit di siang hari, terutama yang beraktivitas di luar ruangan dalam jangka waktu relatif lama.

Wahyu Harsiwi, ibu rumah tangga warga Kemantren Jetis mengatakan dirinya merasakan cuaca gerah sehingga harus menyalakan kipas di rumah dan sering minum air putih agar tidak terkena dehidrasi. Saat keluar rumah jalan kaki, harus mengenakan payung.

“Akhir-akhir ini Jogja memang terasa panas, tetapi keuntungannya semua jemuran baju menjadi kering,” ucap Wahyu kepada RRI Kamis (6/2/2025) pagi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa penyebab cuaca DIY terasa panas beberapa hari ini. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta Romadi mengatakan cuaca panas disebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah DIY. Hal ini karena adanya peningkatan kecepatan angin di lapisan atas akibat adanya siklon di sebelah selatan Indonesia, sehingga massa udara lebih banyak tertarik ke arah siklon.

“Ini yang menyebabkan pembentukan awan hujan wilayah DIY mengalami penuruan dan cuaca cenderung cerah beberapa hari terakhir. Tutupan awan sangat minim sehingga sinar matahari tidak ada penghalang dan masuk ke permukaan bumi dan dikembalikan lagi ke udara," ucap Romadi saat diwawancara RRI Kamis (6/2/2025) siang.

Romadi menambahkan pantauan pihaknya suhu tertinggi di DIY kemarin, yaitu di Kota Yogyakarta mencapai 34 derajat celcius. Sedangkan di Bandara YIA suhu mencapai 32,5 derajat celsius.

Sementara itu, dilihat dari posisi siklon yang sudah menjauhi wilayah Indonesia, dan dari analisa terbaru, wilayah DIY diprakirakan akan mengalami potensi hujan kembali dalam beberapa hari ke depan. Bulan Februari ini merupakan puncak musim hujan, dan Maret wilayah DIY akan memasuki musim pancaroba.

“Dalam beberapa hari ke depan masyarakat harus mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir. Fenomena angin kencang berpotensi terjadi di wilayah DIY,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....