Studi Tiru Bumijo, Palembang Pelajari Pengelolaan Sampah

  • 05 Apr 2026 20:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari Kecamatan Seberang Ulu II, Pemerintah Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis 2 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Mandiri “Papa Dulang Mami” yang dikenal sebagai salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Rombongan tamu dipimpin oleh Sekretaris Camat Seberang Ulu II, Oscar, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah perangkat kecamatan dan kelurahan. Turut hadir Lurah 16 Ulu Kgs. Syahri Ramadhon, SH., MH., Lurah Sentosa Hernawansyah B, S.IP., serta Lurah Tangga Takat Devita Firadia, S.IP., MM., yang ingin melihat langsung praktik pengelolaan sampah terpadu di Bumijo.

Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam pengelolaan sampah mandiri. Para peserta diajak meninjau berbagai fasilitas dan program yang dijalankan PDU Bumijo, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

Direktur PDU Bumijo Wiwid Tri Wijayanti, menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan di PDU mengedepankan pengelolaan sampah terpadu. Sistem tersebut mengintegrasikan kegiatan daur ulang dengan pertanian organik dan peternakan sehingga mampu menciptakan ekosistem berkelanjutan di tingkat masyarakat. “Program di PDU tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi sirkular berbasis kemasyarakatan dari limbah, terutama di wilayah RT 35/08, sekaligus menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat,” ujarnya.

PDU “Papa Dulang Mami” Bumijo menerima kunjungan dari Kecamatan Seberang Ulu II, Pemkot Palembang. Rombongan meninjau langsung inovasi pengelolaan sampah terpadu yang mengubah limbah menjadi nilai ekonomi dan edukasi bagi masyarakat. (Foto: PDU Kelurahan Bumijo)

PDU Bumijo juga mendapatkan pendampingan dari Kampung Emas Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan berfungsi sebagai laboratorium penelitian. Sejumlah program unggulan dikembangkan, di antaranya bank sampah, budidaya maggot BSF, peternakan terpadu, pertanian organik, daur ulang kreatif sampah anorganik, serta edukasi lingkungan bagi warga.

Melalui studi tiru ini, diharapkan para peserta dari Kota Palembang dapat memperoleh gambaran nyata mengenai pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diadaptasi sesuai kondisi wilayah masing-masing guna mengatasi persoalan sampah di daerah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap pemerintah Kota Palembang mendapatkan pengetahuan langsung mengenai model pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....