Memaafkan di mata Generasi Muda

  • 28 Mar 2026 09:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Budaya saling memaafkan saat Lebaran tetap menjadi tradisi yang dijaga oleh generasi muda di tengah arus modernisasi. Nilai ini tidak hanya dimaknai sebagai formalitas, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki hubungan sosial yang sempat renggang.

Di kalangan anak muda, momen Idulfitri kini juga dipadukan dengan cara-cara yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. Media sosial, pesan singkat, hingga pertemuan komunitas menjadi sarana untuk menyampaikan permohonan maaf secara lebih luas.

Menurut Diaz Habibie Presiden Mahasiswa Dema UIN Sunan Kalijaga makna memaafkan di era sekarang tidak sekadar ucapan, tetapi harus disertai kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Menurut saya Lebaran ini menjadi momentum refleksi diri bagi generasi muda agar lebih bijak dalam bersikap dan berinteraksi,” ujarnya beberapa waktu lalu

Diaz juga menambahkan bahwa generasi muda perlu memahami esensi memaafkan sebagai proses yang tulus dan tidak dipaksakan. Dengan begitu, hubungan antar sesama dapat terjalin lebih sehat dan penuh empati

Peran organisasi mahasiswa turut menjadi faktor penting dalam menjaga budaya ini tetap hidup. Melalui berbagai kegiatan seperti bakti sosial, diskusi, dan silaturahmi lintas kampus, nilai saling memaafkan terus diperkenalkan dalam konteks yang lebih luas.

Organisasi mahasiswa juga berperan sebagai ruang edukasi bagi anggotanya untuk memahami makna toleransi dan kebersamaan. Kegiatan kolektif yang dilakukan menjelang Lebaran sering kali memperkuat rasa solidaritas di antara mahasiswa dari latar belakang yang beragam.

Dengan kombinasi antara tradisi dan pendekatan modern, budaya memaafkan tetap relevan di kalangan generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur Lebaran mampu beradaptasi tanpa kehilangan makna utamanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....