Viral Pengumuman Penerimaan CPNS 2026, Ini Fakta Sesungguhnya!
- 28 Jan 2026 10:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di media sosial telah beredar video mengenai Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, S.H., M.P.M., yang menyampaikan informasi penerimaan CPNS untuk tahun 2026. Apakah benar pemerintah kembali membuka penerimaan CPNS tahun 2026?
Kementerian PAN-RB melalui akun instagram resminya di @kemenpanrb melakukan klarifikasi pada Selasa, 27 Januari 2026. Sosok Menteri PAN-RB Rini Widyantini dalam video tersebut merupakan Artificial Intelegence (AI). Sehingga video tersebut dapat dipastikan adalah hoaks.
Di era digital yang serba canggih seperti sekarang, perkembangan teknologi AI membuat wajah, suara, hingga gerak tubuh seseorang bisa direkayasa dengan sangat halus melalui teknologi seperti deepfake, sehingga video palsu tampak seolah-olah asli.
Kemudahan ini memang membuka peluang besar di bidang kreatif, namun di sisi lain juga menjadi ancaman serius karena dapat disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, bahkan manipulasi opini publik.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi seputar seleksi Calon Aparatur Sipil Negara. Kemenpan RB melalui unggahannya di instagram, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan atau unggahan yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi instansi pemerintah.Mengenai Pengadaan CASN Tahun 2026, saat ini Pemerintah tengah melakukan evaluasi pelaksanaan pengadaan tahun sebelumnya.
Saat ini pemerintah juga sedang melakukan penghitungan untuk menentukan jumlah dan jenis formasi yang dibutuhkan sehingga tepat sasaran serta mendukung kebutuhan pencapaian organisasi dan program prioritas nasional.
Informasi valid tentang CASN 2026 hanya diumumkan melalui website ataupun media sosial resmi instansi pemerintah. Tetaplah berhati-hati dengan segala informasi hoaks.
Terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto menyatakan, kejahatan atau penipuan digital seperti deepfake video dan voice cloning terus merajalela. Ia menyontohkan untuk penerimaan CASN sudah berkali-kali aparat menemui modus penipuan yang berulang.
"Pernah di Jawa Timur tahun lalu, dibongkar kasus deepfake dengan salah satu kepala daerah yang direkayasa seolah-olah memberikan informasi dan peluang tentang adanya lowongan posisi kepala dinas dengan berharap imbalan tertentu," kata Agung, Senin, 26 Januari kemarin.
Agung Rektono Seto meminta agar publik lebih waspada terhadap modus penipuan dan kejahatan digital di dunia maya.