Hoaks Kesehatan dan Upaya Mencegahnya

  • 18 Okt 2024 16:15 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Tidak hanya politik yang marak denganinformasi palsu atau hoaks. Info kesehatan yang belum tentu benar juga laris di berbagai media sosial dan Whatssap. Hoaks kesehatan ini dapat menimbulkan akibat buruk bagi masyarakat dan merusak profesi kedokteran.

Hoaks atau informasi tidak benar tentang kesehatan yang selintas tampak meyakinkan tetapi tidak benar antara lain:

  • Vaksin kanker serviks menyebabkan menopause dini.
  • AC yang dinyalakan tanpa buka kaca saat masuk mobil menyebabkan kanker.
  • Sakit jantung dapat terjadi karena malas kencing malam.
  • Suntikan KB menyebabkan kista ovarium.
  • Radiasi handphone menyebabkan pengecilan otak pada anak-anak
  • Jus daun pepaya mentah merupakan obat demam berdarah atau DBD.

Berdasarkan laman alomedia.com alasan seseorang menyebarkan hoaks karena ingin mendapatkan perhatian. Yaitu menjadi yang pertama membagikan informasi sehingga orang lain akan merujuk kepada dirinya.

Selain itu orang mudah terpancing sehingga tanpa berpikir panjang segera meneruskan informasi tersebut. Motif lainnya, orang sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar dengan maksud politik, ekonomi, atau menimbulkan keresahan.

Berikut beberpaa langkah untuk memerangi hoaks:

1. Cek fakta dapat mendeteksi informasi yang benar atau hoaks.

2. Menggunakan media yang kredibel atau dapat dipercaya sebagai sumber informasi.

3. Pahami informasi dengan informasi lain terutama bila terjadi pro dan kontra.

4. Verifikasi dengan seksama dan ambil sikap yang tepat terhadap informasi yang diterima.

5. Sebelum meneruskan atau menyebarkan informasi pertimbangkan dampak atau manfaat yang akan muncul. (dina/par)

Rekomendasi Berita