Fungsi Tembang dalam Pergelaran Kethoprak RRI Yogyakarta
- 05 Okt 2026 12:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam setiap pementasan seni Kethoprak konvensional Mataram bisa dipastikan ada Tembang ( Kidung Jawa ) yang dilantunkan pemain pada adegan tertentu. Keccuali memang sebagai bumbu dalam suatu pementasan, Tembang juga berfungsi sebagai pengganti dialog dalam suatu adegan untuk membuat dan membangun suasana .
Angger Sukisno, salah satu personal yang sering didaulat untuk nembang, menuturkan Tembang dalam suatu pertunjukan kethoprak memang bermacam macam, ada tembang tatabage saat adegan resmi, ada tembang gandrung dalam adegan roman percintaan, ada tembang tantangan dikala adegan perang dan lain sebagainya. untuk pemain yang akan nembang memang dituntut untuk bisa mempelajari watak atau karakter dari setiap tembang yang akan dilantunkan agar pas dengan karakter peran juga adegan yang dimainkan. Oleh karena itu selayaknya pemain kethoprak memang bisa menguasai tembang, tidak harus semuanya tapi paling tidak ada yang dikuasai terutama tembang yang sering digunakan dalam adegan Kethoprak, Tembang adhakan.
Dalam pergelaran kethoprak Mataram RRI Yogyakarta, tembang merupakan salah satu tampilan yang juga menjadi cirikhas dan sangat dinantikan oleh penonton. Karena disitu mereka bisa ikut merasakan suasana adegan yang disuguhkan disamping melalui antawecana/dialog yang diucapkan. Bahkan tidak jarang mereka akan kecewa ketika sang tokoh idolanya tidak nembang atau salah dalam menampilkan tembang.
Sementara itu Ki Murjono, penata iringan Kethoprak RRI Yogyakarta menambahkan Nembang dalam kethoprak tentu saja berbeda dengan nembang saat kita tampil sebagai Panatacara, penyanyi campursari, Wiraswara Karawitan dan sebagainya. Karena disini bukan hanya cengkok dan suara indah yang disuguhkan, namun lebih kepada ruh dan rasa dalam kalimat yang dirangkai pada tembang itu sendiri. Pemilihan Jenis tembang, Cakepan atau Syair dan Greget saat nembang harus menyatu dan menambah hidup suasana adegan yang ditampilkan saat itu.
Pemain kethoprak memang tidak harus bisa nembang, tapi akan lebih lengkap kalau bisa nembang. Maka disetiap memberikan materi dalam acara sarasehan Kethoprak ataupun diskusi dengan teman teman pemain kethoprak saya selalu menekankan, Jangan hanya pinter nembang, tapi juga harus bisa menghidupkan tembangmu dalam adegan yang kamu mainkan. Saya selalu memberikan masukan kepada mas Sugiman dwi Nurseto tentang hal ini, agar tepat dalam pengkastingan pemain, Apalagi Kethoprak RRI Yogyakarta sampai saat ini masih menjadi acuan Kelompok kethoprak yang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....