Fabian Nazirul Zahwa Buktikan Bahasa Jawa Bisa Menjadi Pijakan Meraih Prestasi

  • 29 Sep 2026 21:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Magelang – “Proses tak akan mengkhianati hasil”, demikian adagium yang berhasil dibuktikan Fabian Nazirul Zahwa anak kelas 6 SD Kaliurang 2 Srumbung, Magelang, Jawa Tengah ini.

Kegigihan, ketekunan dan kemauannya untuk belajar akhirnya membuahkan hasil. Pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Magelang berhasil memperoleh predikat juara 3 kategori seni sastra muni (Stand Up komedi bahasa Jawa).

Kepala Sekolah SD Kaliurang 2 Fahrudin SPd menerangkan, awalnya Fabian tampak ragu. “Tapi kami melihat ada potensi dalam dirinya maka kami dan guru yang lain berusaha untuk terus memacu semangatnya untuk giat berlatih. Keinginan saya ini bukan hanya soal prestasi namun lebih dari itu agar nilai nilai kearifan yang ada dalam budaya warisan leluhur ini tertanam dijiwa mereka sejak dini sebagai dasar pendidikan karakter,” katanya.

Sementara itu, Retno Sri hartati SPd, sebagai guru pendamping menambahkan dibutuhkan kesabaran yang lebih untuk mendampingi dalam proses persiapan, karena saat ini anak anak itu sudah jarang menggunakan bahasa Jawa dalam komunikasi.

“Jadi memang harus bisa menjelaskan isi dan makna setiap tembung atau kalimat yang akan diucapkan dan yang lebih penting lagi jangan sampai meninggalkan etika dan estetika dalam sebuah pertunjukan supaya tetap ada nilai tuntunannya. Makanya kami juga minta bantuan Pak Suwaji dari Komite Sekolah dan Pak Sugiman Dwi Nurseto untuk mendampingi,” ucap dia.

Walaupun baru mampu meraih juara 3 tapi keberhasilan Fabian sangat membanggakan sivitas sekolah dan keluarga. Proses persiapan sendiri dilakukan hanya dalam waktu kurang dari sepekan.

Namun tekad dan kemauan yang tinggi membuat putra pasangan Saiful Sabari dan Purwanti yang beralamat di Cepagan, Kaliurang, Srumbung, Kabupaten Magelang ini sangat tinggi sehingga tidak lelah untuk berlatih.

“Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk siswa yang lain, sehingga lebih tekun dan juga lebih bisa mencintai budaya warisan leluhurnya yang sarat akan nilai nilai luhur yang sangat baik untuk bekal hidup kedepan. Kita boleh saja mengenal budaya manca negara, tetapi alangkah disayangkan kalau budaya sendiri kita tinggalkan,” kata Suwaji dari Komite Sekolah, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....