Menarik, FBSB UNY Gelar Keterampilan Public Speaking dan Pranatasabda Berbasis AI

  • 11 Sep 2026 20:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Departemen Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan Studium General di Pendapa Kinarya FBSB UNY. Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen serta mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 guna meningkatkan keterampilan public speaking dan pranatasabda di era digital (3 September 2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Titik Renggani, S.E., M.M. dari RRI Yogyakarta selaku praktisi public speaking, serta Faisal Noorsinggih, S.T.P. selaku Ketua Paguyuban Pranatacara Yogyakarta.

Acara ini mengusung topik "Integrasi Artificial Intelligence dalam Pengembangan E-Course Public Speaking Berbasis Heutagogi untuk Pembelajaran Mandiri dan Berkelanjutan"., para narasumber membedah bagaimana pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan heutagogi (pembelajaran mandiri) dapat dipadukan untuk memperkuat keterampilan pranatasabda secara berkelanjutan.

Ketua Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, Prof. Afendy Widayat. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan praktisi langsung ke dalam lingkungan kampus.(Foto:RRI/Titik)

Koordinator Program Studi S3 Pendidikan Bahasa Daerah, Dr. Suwarna Dwijonagoro, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk memperluas cakrawala berpikir sivitas akademika.

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah wawasan mahasiswa maupun dosen di lingkungan FBSB UNY, khususnya dalam merespons perkembangan teknologi pada bidang seni tutur kata," ujar Dr. Suwarna senin 7 September 2026 di sela-sela sesudah mengajar.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, Prof. Afendy Widayat. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan praktisi langsung ke dalam lingkungan kampus.

Salah Satu mahasiswa yang bertanya mendapatkan bingkisan buku dari Dr. Suwarna. (Foto:RRI/Titik)

"Dengan mendatangkan praktisi secara langsung, tentunya akan menambah bobot ilmu dan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi para mahasiswa," ujar Prof. Afendy.

Melalui Studium General ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengintegrasikan ilmu pranatasabda tradisional dengan inovasi teknologi modern untuk mendukung pembelajaran yang mandiri dan relevan dengan perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....