Peringati Wiyosan Dalem, Pura Pakualaman Rutin Gelar Uyon-Uyon Muryoraras

  • 08 Sep 2026 15:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gema alunan gending gaya Yogyakarta dan Surakarta kembali mengangkasa dari Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, kompleks Pura Pakualaman, Yogyakarta. Pergelaran karawitan mandiri Uyon-Uyon Muryoraras sukses diselenggarakan pada Jumat malam 4 September 2026 dan disiarkan secara langsung oleh Pro 4 RRI Yogyakarta mulai pukul 22.00 hingga 24.00 WIB.

Uyon-Uyon Muryoraras merupakan tradisi pergelaran rutin setiap 35 hari sekali (selapanan) yang bertepatan dengan tingalan wiyosan Dalem untuk memperingati hari kelahiran Sri Paduka Paku Alam. Saat ini, pergelaran dilaksanakan setiap Jumat malam Sabtu Kliwon.

Saat ini, pergelaran dilaksanakan setiap Jumat malam Sabtu Kliwon.(Foto:Dokumentansi Pura Pakualaman)

Salah satu Pengrawit di Uyon-uyon Muryoraras adalah Murwanto nama aslinya,mulai tahun 1979 sudah ikut sejak Sri Paduka Paku Alam (PA) VIII, hingga PA IX sampai dengan saat ini PA X dan dengan kedudukan saat ini Bupati Anom dan dengan nama KMT Lebdodipuro. “Saya senang sekali dan yang jelas merasa tentram istilahinya ngalap berkah”, katanya.

Penataan materi gending disusun khusus oleh Tim Penyusun dengan mempertimbangkan keselarasan laras, patet, hingga garap gending. Tak hanya mengedepankan estetika musik tradisional, susunan gending yang disajikan juga sarat akan penafsiran makna filosofis yang menggambarkan dinamika kehidupan, situasi sosial-politik, hingga peristiwa alam.

Upaya pelestarian warisan budaya leluhur ini mendapat apresiasi hangat dari masyarakat yang hadir langsung di lokasi maupun yang menyimak lewat siaran audio dan digital.

Dokumen digital ini diharapkan dapat terus menjadi rujukan edukasi budaya sekaligus sarana penikmat keindahan seni karawitan lintas generasi yang juga disiarlan oleh Pro 4 RRI Yogyakarta. (Foto:Dokumentasi Pura Pakualaman)

Parjan warga Banguntapan Bantul salah satu pengunjung yang hadir memboyong rekannya ke Bangsal Sewatama, mengungkapkan kesan mendalamnya seusai menyaksikan pergelaran tersebut.

"Rasanya senang sekali bisa melihat langsung pagelaran ini. Mendengarkan suara gendingnya sangat menenteramkan hati. Upaya pelestarian seperti ini sangat perlu terus dilakukan agar generasi saat ini paham dan tahu betapa kayanya budaya yang ada di Yogyakarta," ujar Parjan.

Bagi masyarakat luas yang tidak sempat menyaksikan secara langsung maupun menyimak siaran radio, seluruh jalannya acara ini terdokumentasi secara berkala dan dapat diakses kapan saja melalui kanal YouTube resmi Pura Pakualaman. Dokumen digital ini diharapkan dapat terus menjadi rujukan edukasi budaya sekaligus sarana penikmat keindahan seni karawitan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....