Dicky Dwi Nurseta Penulis Naskah Terbaik Festival Kethoprak DIY 2026

  • 14 Agt 2026 20:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.VO.ID, Yogyakarta - Suatu karya yang dilandasi dengan ketulusan dan ketekunan pada akhirnya juga akan memberikan hasil yang memuaskan, setidaknya begitu yang dilakukan oleh Dicky Dwi Nurseta, Seniman muda kelahiran 1992, Penulis Naskah terbaik pada ajang Festival Kethoprak 2026.

Saya mengenal seni kethoprak memang sejak dari kecil, bahkan mungkin ketika saya masih dikandungan sudah diajak mengenal dunia panggung kethoprak oleh bapak dan ibu saya, maka ketika dewasa saya ingin sekali ikut ambil bagian untuk melestarikan seni tradisi yang telah menghidupi keluarga saya ini. Pada awalnya saya ikut sebagai pemain, namun mungkin karena postur badan saya yang besar ini sehingga kurang percaya diri ketika tampil dipanggung, maka saya mengambil peran dibalik layar sebagai sutradara dan penulis naskah.

Dalam berkesenian, putra pasangan Sugiman Dwi Nurseto dan Riyatminingsih ini memang sudah cukup dikenal dan dapat diterima baik kalangan seniman senior maupun sebayanya. Maka dilingkungan Dinas Kebudayaan Kundha Kabudayan Sleman tempatnya mengabdi tak jarang dia dipercaya untuk mengawal kegiatan budaya baik diwilayah DIY maupun luar daerah.

Oleh Bapak sejak kecil saya diajarkan dalam dunia apapun kita harus pinter Ngemong dan Momong, jangan mengedepankan ego pribadi, bahkan kadang kita harus mengalah untuk kebaikan bersama dan ajaran itu saya bawa dimanapun saya berada. Bapak saya itu cara memberikan ilmu tidak dengan mendikte, bahkan terkesan saya dilepaskan begitu saja, tapi dengan begitu saya lalu berusaha untuk berfikir maksimal, pada saat sudah buntu baru beliau memberikan jalan keluar, namun tak jarang kami berdua berbeda pendapat, bahkan sampai berdebat dalam diskusi untuk sebuah konsep karya. Ternyata begitulah cara beliau mendewasakan saya agar bisa mandiri dalam segala hal.

Dalam setiap karyanya lulusan S1 Fakultas Sastra UGMdan suami dari Rakemas sekar Kinanthi ini selalu berusaha untuk memberikan warna baru baik dalam karya naskah maupun pementasan. dan sejumlah predikat telah disandang, diantaranya Penulis Naskah terbaik Festival kethoprak DIY 2021, Sutradara terbaik Festival Kethoprak Sleman tahun 2022 dan Penulis Naskah terbaik festival Kethoprak DIY 2026.

Saya ingin ada hal baru yang bisa ditampilkan dalam Seni tradisi, namun begitu juga jangan sampai menghilangkan nilai nilai dan cirikhas seni tradisi itu sendiri. Dalam Festival Kethoprak DIY 2026 saya menulis cerita dengan jdul " tatu ", berlatar belakang sejarah paska perjanjian Gianti sesuai dengan tema Festival tahun ini. Cerita ini sendiri adalah Fiktiv sejarah, melalui lakon ini saya ingin menyampaikan kepada penonton, bahwa apapun alasanya sebuah konflik itu pasti akan menyisakan rasa saki " tatu " baik itu fisik maupun perasaan. Saya menganggap hasil ini adalah karena sebuah kerjasama tim yang hebat, baik itu pemain, Pengrawit, tata artistik, busana dan semua yang terlibat sehingga pertunjukan menjadi lancar dan memuaskan. namun begitu kami tidak boleh berpuas diri, tidak hanya larut dalam euphoria kejuaraan Festival, lebih dari itu harus siap untuk tetap melangkah bersama teman teman dalam karya karya selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....