AIESEC in UGM Selenggarakan Global Village Summer Peak 2026
- 28 Jul 2026 17:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - AIESEC in UGM kembali menyelenggarakan Global Village Summer Peak 2026, yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu, 25 Juli 2026. Global Village tahun ini yang mengusung tema “Celestial Mosaic: A Universe of Cultures”, mengajak ratusan peserta untuk menjelajahi keberagaman budaya dari berbagai negara sekaligus memperkuat nilai toleransi antarbangsa.
Sebagai organisasi kepemudaan internasional yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan lintas budaya, AIESEC berupaya untuk menjembatani interaksi antara mahasiswa lokal dengan exchange participant dari berbagai negara. Upaya tersebut terwujud dalam event Global Village, sebuah festival budaya internasional yang menampilkan tarian, pertunjukan seni, kuliner tradisional, hingga pameran busana khas dari berbagai belahan dunia, termasuk budaya lokal Indonesia sendiri.
Global Village bukan sekadar perayaan seni dan budaya, melainkan juga media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran toleransi terhadap keberagaman yang hadir di tengah masyarakat global. Rangkaian acara Global Village Summer Peak 2026 dikemas dengan berbagai segmen menarik, dibuka dengan Roll Dance sebagai budaya yang selalu ada di setiap kegiatan AIESEC, kemudian Exchange Participant Parade, yaitu sebuah parade budaya di mana para exchange participant berjalan mengenakan pakaian tradisional negara mereka.
Beragam penampilan lokal turut memeriahkan suasana sebelum para peserta memasuki sesi eksplorasi budaya di berbagai booth internasional. Melalui Live Countries Booth, para peserta peserta diajak memulai perjalanan layaknya menjelajahi konstelasi budaya dunia.
Exchange participants memperkenalkan identitas budaya mereka melalui makanan khas, pakaian tradisional, permainan, bahasa, hingga cerita mengenai kehidupan di negara asal masing-masing. Sementara itu, para peserta juga mengenakan batik sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada para peserta internasional.
Tidak hanya mengenalkan budaya melalui pameran, para exchange participants juga menampilkan berbagai pertunjukan dalam sesi International Performance. Beragam tarian tradisional, pertunjukan musik, hingga penampilan orisinal yang berhasil menciptakan suasana yang hangat sekaligus memperlihatkan kekayaan ekspresi budaya dari berbagai belahan dunia.
Interaksi lintas budaya semakin diperkuat melalui sesi Collaborative Space, dimana para delegates dan Exchange Participants bekerja sama membuat sebuah karya sambil saling berbagi cerita mengenai kehidupan, budaya, serta pengalaman masing-masing. Ruang kolaboratif ini menjadi salah satu momen yang memperlihatkan bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk saling belajar dan memahami satu sama lain.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi seluruh peserta, panitia juga memberikan berbagai penghargaan pada akhir acara. Singapore berhasil meraih penghargaan The Best Booth, sementara India dinobatkan sebagai The Most Favorite Booth berkat penyajian budaya yang interaktif dan mampu melibatkan peserta secara aktif melalui makanan khas, tarian, permainan, hingga pengenalan bahasa.
Selain penghargaan untuk booth negara, AIESEC in UGM juga memberikan apresiasi kepada para delegates melalui berbagai kategori, seperti The Most Takes Charge, The Gendhis, The Djiwa, The Most Value Driven, The Cultural Explorer, The Most Activating Leadership, The Bridge Builder, hingga The Border Breaker. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus mendorong peserta untuk terus mengembangkan jiwa kepemimpinan, keberanian berkolaborasi, serta semangat membangun hubungan lintas budaya di masa mendatang.
Bagi sebagian peserta, Global Village menjadi pengalaman pertama yang membuka wawasan mereka mengenai budaya internasional. Zaki, salah satu delegates yang merupakan mahasiswa baru UGM, mengaku mengetahui Global Village melalui media sosial dan memutuskan untuk mengikuti kegiatan tersebut untuk mengisi waktu sebelum dimulainya rangkaian orientasi mahasiswa baru.
"Karena waktu orientasi mahasiswa masih lama, jadi saya memutuskan untuk mengikuti Global Village untuk menambah relasi, pengalaman, dan juga saya ingin mengenal lebih dalam sebenarnya budaya-budaya dari berbagai negara itu seperti apa," ujar Zaki.
Bersama Irfan, Novita, dan Gayatri, ia mengungkapkan bahwa booth India menjadi favorit mereka karena para Exchange Participants mampu memperkenalkan budaya negaranya dengan sangat menarik dan interaktif. Melalui makanan khas, tarian tradisional, permainan, hingga pengenalan bahasa, para peserta merasakan pengalaman belajar budaya yang menyenangkan sekaligus berkesan. (saviera ajeng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....