Paguyuban Jathilan Satriyo Budoyo Kudho Mancal Pukau Warga Gamping
- 27 Jul 2026 14:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta-Gelaran seni pertunjukan Jathilan oleh Paguyuban Satriyo Budoyo Kudho Mancal Asli gamping Kidul sukses berlangsung meriah di halaman Kuliner Jogja Barat (KJB), Jalan Ringroad Gamping, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Acara yang diinisiasi oleh Woro Moro Entertainment ini tak hanya disaksikan antusias oleh lautan penonton, tetapi juga berhasil menghidupkan roda perekonomian para pelaku UMKM lokal Minggu 26 Juli 2026.
Pertunjukan seni tradisi ini menyajikan daya tarik khusus melalui kolaborasi lintas generasi. Penonton disuguhkan aksi energetik gabungan antara pemain senior dan junior yang bersatu padu melestarikan kesenian rakyat tersebut.
Ketua Paguyuban Jathilan Satriyo Budoyo Kudho Mancal Asli Gamping Kidul, Novi Hidayat, menjelaskan bahwa kawasan Gamping memang memiliki banyak grup jathilan. Kehadiran paguyubannya berfokus pada regenerasi agar kesenian ini tidak hilang ditelan zaman.
"Kami melestarikan seni tradisi agar tidak punah. Pemain kami merupakan kolaborasi usia senior dan junior, jadi kami bersama-sama melestarikan kesenian jathilan ini," ujar Novi. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari pihak sponsor dan penyelenggara. "Kami merasa senang ada yang mensupport seperti Bunda Woro, sehingga kami bisa selalu berkegiatan dalam upaya pelestarian budaya, khususnya Jathilan."

Sementara itu, pimpinan Woro Moro Entertainment, R.Ngt Adhyas Woro (akrab disapa Bunda Woro), menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai seni pertunjukan tradisi. Menurutnya, acara semacam ini memiliki multiplier effect yang luar biasa.
"Saya selalu support berbagai seni tradisi berkaitan dengan pelestarian budaya dan seni. Selain memberikan hiburan untuk masyarakat, kegiatan ini menggugah para seniman untuk bangkit karena ada ruang tampil ('ditanggap'). Di sisi lain, UMKM di Kuliner Jogja Barat juga ikut berjalan dan laris manis," ujar Bunda Woro.
Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pedagang sekitar. Area pertunjukan di halaman KJB mendadak dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Hendro, salah satu warga Gamping yang hadir bersama keluarganya, mengaku sangat senang dengan adanya hiburan rakyat ini. "Senang sekali bisa terhibur melihat jathilan. Di sini juga banyak UMKM jualan, cucu-cucu saya pada senang dan ikut nglarisi jajanan UMKM," kata Hendro gembira.
Suasana semarak dan transaksi jual beli yang dinamis hingga akhir acara membuktikan bahwa seni pertunjukan tradisi tidak hanya efektif sebagai sarana konservasi budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Melalui keberhasilan acara ini, para seniman dan pelaku UMKM berharap ruang-ruang apresiasi seni dapat terus diberi wadah dan dukungan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal semacam ini pun diharapkan dapat menjadi pemantik bagi wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus menghidupkan tradisi sekaligus menyejahterakan masyarakatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....