Wujud Rasa Syukur, Petani Bawang Merah Nawungan Gelar Tradisi Wiwitan Panen
- 30 Jun 2026 13:13 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Para petani bawang merah di Padukuhan Nawungan 1 dan Nawungan 2, Selopamioro, Imogiri, Bantul, menggelar tradisi wiwitan untuk menandai panen raya bawang merah pada Minggu, 28 Juni 2026. Warisan turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil panen serta harga bawang merah yang cukup bagus.
Rangkaian acara dimulai dengan kirab budaya berupa iring-iringan punokawan yang diikuti oleh puluhan penari topeng. Di belakangnya, para petani tampak memikul gunungan bawang merah sembari mengenakan berbagai busana tradisional.
Ratusan warga pun terlihat mengiringi prosesi kirab dan mengelilingi hamparan persawahan bawang merah yang hijau. Salah satu petani bawang merah, Sudrajat, mengatakan bahwa hasil panen musim pertama tahun ini cukup menggembirakan. Dengan dukungan cuaca yang bagus, hasil panen rata-rata mencapai 13 ton per hektare.
“Alhamdulillah untuk tahun ini didukung dengan cuaca yang bagus, hasilnya memuaskan. Hasilnya rata-rata 13-15 ton per hektare. Harganya juga bagus yaitu Rp30 ribu per kilogramnya,” ucapnya.
Sudrajat menambahkan, hasil panen tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ia pun berharap agar hasil panen selanjutnya juga menghasilkan bawang merah dengan kualitas tinggi.
“Hasilnya lebih bagus sekarang daripada tahun kemarin. Secara tonase lebih bagus sekarang, karena cuacanya juga bagus. Cocok untuk tanaman bawang merah. Untuk jenisnya sendiri itu Bima Brebes dan Tajuk,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dukuh Nawungan 1, Jurianto mengungkapkan bahwa tradisi ini adalah agenda rutin dari dua padukuhan. Namun, karena hasil panen kali ini berlimpah, para petani memutuskan untuk menggelar wiwitan panen yang lebih meriah.
“Sebenarnya ini adalah tradisi tahunan yang digelar warga Padukuhan Nawungan 1 dan Nawungan 2. Namun kali ini dibuat lebih meriah dengan mengundang masyarakat di luar wilayah kedua padukuhan,” ujarnya.
Usai prosesi kirab, para petani duduk mengelilingi gunungan dan mengikuti doa bersama. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan perebutan gunungan bawang merah yang menjadi simbol berbagi berkah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....