Laku Tapa Brata Hargo Merapi, Wujud Meneladani Nilai Luhur Mbah Maridjan
- 26 Jun 2026 02:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Dalam rangka memperingati malam 10 sura, para abdi dalem Hargo Merapi menggelar laku tapa brata di Petilasan Mbah Maridjan, Rabu malam, 24 Juni 2026. Laku tapa brata merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun.
Upacara adat ini menjadi upaya pelestarian budaya kearifan lokal masyarakat lereng Merapi. Sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh almarhum Mbah Maridjan, yang sempat menjadi juru kunci Merapi sebelum akhirnya wafat pada musibah erupsi Merapi pada 2010.
Prosesi laku tapa brata diawali dengan pembacaan macapat, doa bersama, serta tirakat sebagai bentuk refleksi diri dan permohonan keselamatan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Petilasan Mbah Maridjan yang memiliki nilai historis penting bagi masyarakat lereng Merapi. Mbah Maridjan turut meninggalkan nilai luhur yang patut diteladani oleh masyarakat. Terlebih dalam menjadi tradisi dan mengabdi kepada masyarakat yang juga menjadi inspirasi dalam upaya pelstarian budaya dan kearifan lokal.
“Laku tapa brata dilakukan pada Malam 10 suro dan telah berlangsung sejak tahun 2006,” kata Juru Kunci Merapi Asihono atau yang kerap disapa Mbah Asih, Rabu, 24 Juni 2026.
Mbah Asih menambahkan, laku tapa brata turut menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengaku menyambut baik antusiasme generasi muda yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
“Dengan laku tapa brata menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT untuk dijauhkan dari mara bahaya,” ujarnya.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan laku tapa brata bukan sekedar ritual budaya. Namun juga menjadi momentum refleksi spiritual dan mendekatkan diri dengan Allah SWT. Laku tapa brata juga menjadi wujud syukur atas nikmat Allah SWT melalui Gunung Merapi yang menjadi sumber pencaharian dan sumber alam melimpah bagi warga lereng Merapi.
“Semoga Laku Tapa Brata terus lestari sebagai salah satu tradisi warga lereng merapi yang tidak lekang oleh zaman,” ucap Danang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....